Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Antara
Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Warga Lampung Diminta Tetap Waspada
Silvana Febiari • 9 September 2026 12:25
Bandar Lampung: Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berada dalam fase erupsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi dampak erupsi, termasuk sebaran abu vulkanik.
"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," ujar Analis BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.
Berdasarkan laporan dari PVMBG, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi beberapa kali. Salah satunya pada pukul 05.00 WIB dengan durasi 15 detik.
"Kemudian, abunya dan arah angin masih mengarah ke arah barat laut serta barat daya. Mudah-mudahan tidak mengarah ke daratan Lampung," ungkapnya.
Dia menjelaskan ada dua faktor yang menyebabkan abu vulkanik dapat terpapar hingga ke daratan Provinsi Lampung. "Pertama, erupsi memiliki ketinggian tertentu dan kedua memiliki arah angin dengan arah tentu," ucap dia.

Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat memberikan keterangan terkait fase erupsi Gunung Anak Krakatau dan langkah kesiapsiagaan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanaf
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berupa abu vulkanik yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat merupakan efek singkat atau efek tepi dari adanya arah angin yang menuju ke arah barat daya serta barat laut.
"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," tambahnya.
Ia berharap dua faktor, yakni ketinggian erupsi dan arah angin tidak terjadi bersamaan. "Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," ujar dia.