Peta sebaran abu vulkanik gunung anak krakatau, dok: https://inderaja.bmkg.go.id/
BMKG Ungkap Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai 7.000 Kaki
Putri Purnama Sari • 9 September 2026 09:48
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang teridentifikasi pada Rabu, 9 September 2026. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian hingga 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya. Sebaran debu vulkanik tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut dan mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG menyebut analisis citra RGB Himawari-9 pada Rabu, 9 September 2026 pukul 07.00 WIB mengidentifikasi adanya sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik terpantau membentuk klaster hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 kilometer). Pergerakannya mengarah ke barat laut dan teramati mencakup sebagian kawasan Teluk Lampung.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Lampung bagian selatan, diimbau untuk tetap waspada. BMKG juga meminta masyarakat tidak panik dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, serta pemerintah setempat.
Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan
Paparan abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu.
Berdasarkan informasi BMKG, beberapa dampak yang dapat ditimbulkan antara lain:
- Iritasi pada mata dan kulit.
- Batuk dan gangguan pernapasan.
- Memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan dari otoritas terkait.
Baca Juga :
Jangan Panik Hadapi Abu Vulkanik
Dampak Abu Vulkanik terhadap Transportasi Darat
Selain berdampak pada kesehatan, abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas transportasi darat.
BMKG menyebut paparan abu vulkanik berpotensi mengurangi jarak pandang, membuat permukaan jalan menjadi licin, serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Pengendara yang melintasi wilayah dengan paparan abu vulkanik perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan serta jarak pandang.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Masyarakat, terutama di sekitar Lampung bagian selatan dan kawasan yang berada dalam jalur sebaran abu, diimbau tidak panik tetapi tetap waspada.
Masyarakat juga disarankan untuk memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah daerah.
Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat mengetahui perkembangan sebaran abu dan mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi di wilayah masing-masing.