Ilustrasi gelombang di Perairan Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Teluk Bone dan Baubau
Silvana Febiari • 9 September 2026 10:51
Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Perairan Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Rian Saraswati mengatakan peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Rabu, 9 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu, 12 September 2026 pukul 08.00 WITA.
"Pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 2 hingga 20 knot. Namun, kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot berpotensi terjadi di Teluk Bone Barat Kolaka Utara, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Perairan Baubau," kata Rian, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.
Dia menyebutkan bahwa potensi gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran. Khususnya bagi nelayan kecil dan operator kapal tongkang.
BMKG mencatat perahu nelayan berisiko tinggi menghadapi bahaya jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. "Sementara untuk kapal tongkang, risiko keselamatan meningkat apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," ujarnya.
.jpg)
Ilustrasi gelombang tinggi. (Medcom)
Nelayan, masyarakat pesisir, dan operator transportasi laut di Perairan Teluk Bone dan Baubau diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Mereka juga diimbau memperbarui informasi maritim untuk mengantisipasi kecelakaan.