Personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo. Dokumentasi/ Polres Malang.
Polres Malang Siagakan Personel Cegah Karhutla Bromo Merembet
Daviq Umar Al Faruq • 11 September 2026 20:55
Malang: Polres Malang menyiagakan personel gabungan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo agar tidak merembet ke wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pemantauan difokuskan di sekitar jalur Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, menyatakan aparat di wilayah Poncokusumo terus siaga mengawasi pergerakan api secara intensif.
"Personel Polsek Poncokusumo bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di wilayah Jemplang. Kami mengantisipasi agar api tidak merembet ke wilayah Kabupaten Malang dan memastikan masyarakat tetap aman," kata Budiono, di Malang, Jumat, 11 September 2026.
Titik pemantauan utama dipusatkan di Pos Jemplang dan Pos Coban Trisula demi mempermudah koordinasi lintas instansi. Langkah ini diambil menyusul terdeteksinya sejumlah titik panas di sekitar kawasan Ngadas oleh petugas di lapangan.
Kebakaran sebelumnya melanda kawasan Lembah Watangan, Bukit Pengol, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Hingga Jumat siang, titik api masih terlihat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Sekitar 25 personel gabungan yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, TNBTS, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api dikerahkan ke lokasi. Mereka bahu-membahu melakukan pemadaman darurat menggunakan peralatan manual seperti sekop, garu, pompa punggung, serta dahan basah.
Polisi mengimbau warga dan wisatawan tidak mendekati zona bahaya karhutla demi keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat jika melihat titik api atau kepulan asap baru.
"Yang paling penting masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan mendekati titik kebakaran karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu," ujar Budiono.
Kebakaran turut berdampak pada sektor pariwisata karena akses Bromo dari arah Malang ditutup total. Wisatawan dilarang melintas melalui jalur Jemplang dan beraktivitas di kawasan Savana Lembah Watangan.

Personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo. Dokumentasi/ Polres Malang.
Sementara itu, jalur alternatif melalui Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan masih dibuka secara terbatas. Pengunjung yang masuk dari dua jalur tersebut hanya diizinkan mencapai area Laut Pasir.
"Kami juga mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri menuju kawasan yang ditutup dan selalu mengikuti informasi resmi serta arahan petugas," imbuh Budiono.
Polres Malang memastikan patroli dan koordinasi lintas sektor akan terus berlanjut sampai situasi benar-benar aman.
"Koordinasi dan kesiapsiagaan akan terus kami lakukan. Kami mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan hutan dan segera menyampaikan informasi jika menemukan api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin," ungkap Budiono.