Helikopter yang disiagakan BPBD Jatim dalam operasi water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo. ANTARA/HO-BPBD Jatim
BPBD Jatim Kembali Kerahkan Water Bombing Tangani Karhutla Gunung Bromo
Silvana Febiari • 11 September 2026 19:42
Probolinggo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) kembali mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo. Kebakaran tersebut terjadi setelah api sempat padam usai kebakaran hebat pada Agustus lalu.
"Kebakaran terjadi Kamis (10 September) sore sekitar pukul 16.00 WIB, tepatnya di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Akibat angin kencang, kebakaran hutan dan lahan ini meluas hingga ke arah Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno, dilansir dari Antara, Jumat, 11 September 2026.
Tim BPBD Jatim bersama tim gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), TNI, Polri dan relawan pun kembali merespons cepat melakukan pemadaman.
"Hanya saja, karena lokasi kebakaran berada di medan yang terjal dan jauh dari jangkauan, maka aksi pemadaman lewat jalur darat belum bisa dilakukan," ujarnya.
Sejak Jumat pagi, tim BPBD Jatim langsung mengerahkan Helikopter PK-DAP untuk melakukan operasi water bombing. "Helikopter berkapasitas bucket seribu liter ini melakukan operasi water bombing di beberapa titik, dengan lokasi pengambilan airnya di Ranu Pani, Senduro, Lumajang," tuturnya.
Hingga pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali. Jumlah air yang dicurahkan sebanyak 17.000 liter.
"Karena kondisi di lokasi saat ini kabutnya sangat tebal, water bombing sementara tidak bisa kita lanjutkan demi faktor keselamatan," ucapnya.

Petugas gabungan padamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo dengan alat gepyok pada Jumat, 11 September 2026. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo
Selain water bombing, sejumlah personel dari tim gabungan saat ini juga bersiaga memantau kondisi karhutla di Gunung Bromo. Tujuannya mengantisipasi jika kebakaran tersebut merembet ke bagian bawah.
"Saat ini luas area terdampak kebakaran masih dalam pendataan dan kondisi api saat ini telah merembet ke wilayah Gunung Kursi," ungkapnya.
Sebagai antisipasi dari kejadian karhutla Bromo ini, Balai Besar TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo dari jalur Jemplang, Malang. Penutupan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.