Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan bencana di Indonesia. (Dokumentasi/ BNPB)
BNPB Sebut Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tak Terdeteksi
Silvana Febiari • 10 September 2026 16:25
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi. Kondisi ini terpantau berdasarkan analisis citra satelit per pukul 13.00, Kamis, 10 September 2026.
"Berdasarkan analisis citra satelit bahwa per tanggal 10 September 2026 pukul 13.00, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini tidak terdeteksi," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers.
Meski sebaran abu vulkanik tidak terdeteksi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati juga menuturkan sebaran abu vulkanik pada 9 September 2026 pukul 06.00 bergerak ke arah selatan-barat daya. Intensitas abu di daratan Banten juga menurun seiring pergerakannya ke laut lepas.
"Kondisi terkini, intensitas sebaran di daratan Banten terpantau jauh berkurang seiring dengan pergerakan abu yang mengarah ke laut lepas," tuturnya.

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. ANTARA/HO-Badan Geologi KESDM/aa.
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi BNPB dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).