Abu Vulkanik Bisa Bikin Tanah Subur? Ini Penjelasannya

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi KESDM/aa.

Abu Vulkanik Bisa Bikin Tanah Subur? Ini Penjelasannya

Putri Purnama Sari • 10 September 2026 10:14

Jakarta: Abu vulkanik identik dengan material yang keluar saat gunung api mengalami erupsi. Keberadaannya perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat di sekitar gunung api.

Namun, di balik ancamannya, abu vulkanik ternyata juga memiliki manfaat bagi tanah. Setelah melalui proses alami dalam waktu tertentu, material tersebut dapat berperan dalam pembentukan tanah dan menyediakan mineral yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Hal tersebut dijelaskan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui informasi edukasi mengenai abu vulkanik di laman Instagram resminya.

Abu Vulkanik Tidak Langsung Menjadi Pupuk

Abu vulkanik yang baru saja jatuh akibat erupsi tetap perlu diwaspadai. Material tersebut tidak serta-merta berubah menjadi pupuk atau membuat tanah langsung menjadi subur.

Abu membutuhkan proses alami yang berlangsung secara perlahan. Ketika terkena air hujan, mineral yang terkandung di dalam abu vulkanik dapat mengalami pelapukan.

Selanjutnya, mineral tersebut berinteraksi dengan tanah hingga pada kondisi tertentu dapat menjadi bagian dari proses pembentukan tanah dan menyediakan unsur mineral yang dibutuhkan tanaman.

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:


Foto: MTVN

Karena itu, manfaat abu vulkanik tidak dapat dilihat secara langsung setelah material tersebut jatuh ke permukaan tanah.

Apa Manfaat Abu Vulkanik bagi Tanah?

Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik dapat memberikan sejumlah manfaat melalui proses pelapukan mineral.

1. Menambah mineral bagi tanah

Abu vulkanik mengandung berbagai mineral. Setelah mengalami pelapukan, mineral tersebut dapat tersedia bagi tanah dan berkontribusi terhadap proses pembentukan tanah.

2. Mendukung pertumbuhan tanaman

Mineral yang tersedia setelah proses alami dapat membantu menciptakan kondisi tanah yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman.

Penelitian yang dikutip dalam materi Badan Geologi juga menunjukkan abu atau material vulkanik tertentu berpotensi memberikan pengaruh terhadap biomassa tanaman dalam kondisi tertentu.

3. Berperan dalam penyimpanan karbon

Pelapukan mineral vulkanik juga berkaitan dengan proses penyimpanan karbon secara alami. Proses tersebut menjadi salah satu bagian dari peran material vulkanik terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

Abu Vulkanik Memiliki Dua Sisi

Abu vulkanik tidak bisa hanya dilihat dari sisi manfaatnya. Ketika terjadi erupsi, material tersebut tetap merupakan salah satu bahaya yang harus diwaspadai masyarakat.

Paparan abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan, terutama apabila konsentrasinya tinggi. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak erupsi harus mengikuti informasi serta rekomendasi dari pihak berwenang.

Di sisi lain, setelah melalui proses alami yang berlangsung dalam waktu lama, abu vulkanik dapat berperan dalam pembentukan tanah dan menyediakan mineral yang mendukung kehidupan tanaman.

Dengan demikian, abu vulkanik memiliki dua sisi yang perlu dipahami. Saat erupsi terjadi, masyarakat perlu mengenali dan mewaspadai bahayanya. Dalam jangka panjang, proses alami dapat membuat material vulkanik berkontribusi terhadap pembentukan tanah dan lingkungan.

(Putri Purnama Sari)