Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria. Dok Metro TV.
Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Belum Mengancam Permukiman
Lukman Diah Sari • 6 September 2026 13:41
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Minggu, 6 September 2026, sejauh ini masih terkonsentrasi di area tubuh gunung. Hingga kini, status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga).
"Status itu menunjukkan tingkat tinggi dan erupsi dapat terjadi. Tapi ancaman yang teridentifikasi masih terkonsentrasi di tubuh Anak Krakatau, belum ada potensi mengancam pemukiman," ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam konferensi pers update erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026.
"Zonasi aman yang ditetapkan berradius 3 kilometer dari jangkauan material dan pemantauan morfologi, jangkauan langsung di pusat aktivitas," urai dia.
.jpg)
Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Tangkapan layar
Menurut Lana, batas radius aman tersebut berpotensi diperluas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik GAK, seperti lonjakan energi atau lontaran material yang lebih jauh. Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar mematuhi aturan zonasi tersebut.
"Warga terdampak abu wajib menggunakan masker, dan masyarakat diharapkan tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang berasal dari sumber tidak resmi," pesan Lana.
Dinamika Vulkanik Masih Tinggi
Sementara itu, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, memastikan pihaknya terus menyiagakan pemantauan intensif terhadap Gunung Anak Krakatau. Ia menyebutkan, aktivitas vulkanik sempat melandai pada Minggu, 6 September 2026, namun dinamika erupsi terpantau masih tinggi."Aktivitasnya belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, tetapi masih terus meningkat sehingga pemantauan terus dilakukan oleh PVMBG," jelas Rita.