FIFA Kecam Upaya Sejumlah Pihak yang Dinilai Ingin Lemahkan Gianni Infantino

Presiden FIFA Gianni Infantino. (Anadolu Agency)

FIFA Kecam Upaya Sejumlah Pihak yang Dinilai Ingin Lemahkan Gianni Infantino

Willy Haryono • 9 August 2026 12:21

Zurich: FIFA mengecam apa yang disebut sebagai upaya "terkoordinasi dan berkelanjutan" sejumlah pihak untuk melemahkan organisasi sepak bola dunia tersebut beserta presidennya, Gianni Infantino.

Kecaman ini dilayangkan FIFA di tengah berlanjutnya kontroversi terkait rencana investasi swasta Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut sejumlah pemberitaan belakangan ini memuat tuduhan yang tidak berdasar dan klaim yang dinilai keliru mengenai organisasi maupun Infantino.

"Pelaporan terbaru memuat tuduhan yang tidak didukung bukti dan klaim yang terbukti tidak benar mengenai FIFA dan Presidennya," ujar pernyataan FIFA yang dikutip TRT World, Minggu, 9 Agustus 2026.

Kontroversi semakin memanas setelah harian Inggris The Telegraph melaporkan bahwa Infantino, saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009–2016, diduga menggunakan pengaruhnya untuk membantu promosi seorang pegawai UEFA yang disebut memiliki hubungan pribadi dengannya.

Laporan tersebut juga mengklaim pegawai itu menerima pembayaran bernilai enam digit saat meninggalkan UEFA, selain biaya pendidikan sekolah bisnis sekitar US$60.000. The Telegraph tidak mengungkap sumber informasi dalam laporannya.

Tekanan terhadap Infantino

Infantino, yang akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada pemilihan Maret mendatang, menghadapi tekanan yang meningkat setelah mengusulkan pembukaan investasi swasta untuk Piala Dunia. Rencana tersebut kemudian dibatalkan di tengah kritik dari berbagai pihak.

Pada Kamis, UEFA menegaskan ancamannya untuk memboikot ajang Piala Dunia dan menyatakan pembatalan rencana investasi itu saja tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran mereka.

FIFA menegaskan tetap terbuka terhadap pengawasan publik yang sah, tetapi akan menanggapi secara langsung setiap laporan yang dinilai tidak akurat atau menyesatkan.

"Pengawasan bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperbesar tuduhan yang tidak berdasar, atau menciptakan pengalihan isu yang bertujuan menghambat kemajuan," kata FIFA.

Organisasi itu juga menegaskan tidak akan mendukung proses apa pun terkait pemilihan presiden FIFA yang bertentangan dengan anggaran dasar dan prosedur demokratis organisasi.

FIFA menyatakan pihak-pihak yang tidak memperoleh dukungan dari asosiasi anggota seharusnya tidak mencoba mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, maupun informasi yang menyesatkan.

Baca juga: Sejumlah Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 di AS Minta Kejelasan Dana FIFA

(Willy Haryono)