Pemprov DKI Bahas Keluhan Warga terkait JPO Rasuna Said ke LRT dan Halte TransJakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah). Foto: Metro TV/Andika

Pemprov DKI Bahas Keluhan Warga terkait JPO Rasuna Said ke LRT dan Halte TransJakarta

Andika Fauzan Azhari • 4 August 2026 18:07

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons keluhan masyarakat terkait belum tersambungnya fasilitas Penyeberangan Orang (JPO) di koridor Jalan HR Rasuna Said dengan stasiun LRT Jabodebek dan halte bus TransJakarta. Yakni, dengan menjadwalkan pembahasan khusus untuk menyelesaikan kendala interkoneksi moda transportasi publik tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pihaknya langsung mengagendakan rapat koordinasi lintas instansi. Hal itu dilakukan untuk memetakan dan mengeksekusi integrasi fisik antarfasilitas pejalan kaki dan angkutan umum massal di kawasan tersebut.

“Ini nanti kami rapatkan, besok kami panggil untuk penataan JPO yang terintegrasi langsung dengan LRT dan halte busway di kawasan Rasuna Said,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 04 Agustus 2026.


Kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jaksel. Foto: Metro TV/Iqbal.

Langkah cepat ini menyusul banyaknya keluhan dari pengguna LRT yang menilai belum optimalnya integrasi fisik JPO di kawasan Rasuna Said. Ketiadaan akses langsung memaksa pengguna LRT berputar jauh dan dinilai mengurangi efisiensi mobilitas pengguna transportasi publik harian.

Pramono menyebut integrasi fasilitas penunjang transportasi publik menjadi prioritas Pemprov DKI. Sehingga, dapat mewujudkan ekosistem transportasi publik modern yang aman, nyaman, dan inklusif di Ibu Kota.

Pemprov DKI Jakarta optimistis penyelesaian hambatan interkoneksi di koridor Rasuna Said ini tidak hanya menjawab aspirasi publik. Namun, dapat mendorong peningkatan okupansi transportasi massal secara keseluruhan.

(Anggi Tondi)