Trading Saham dan Kripto Kini Bisa Pakai AI, Tetap Wajib Konfirmasi Pengguna

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com.

Trading Saham dan Kripto Kini Bisa Pakai AI, Tetap Wajib Konfirmasi Pengguna

Ade Hapsari Lestarini • 5 August 2026 14:00

Jakarta: Platform investasi multi-aset Pluang meluncurkan fitur Agentic Trading yang memungkinkan pengguna melakukan analisis portofolio hingga transaksi saham dan aset kripto melalui asisten kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini.

Fitur tersebut saat ini masih tersedia dalam tahap beta terbatas bagi pengguna yang masuk daftar whitelist. Pluang menargetkan peluncuran untuk publik pada pertengahan Agustus 2026.

Director of Marketing & Commercial Pluang Andreas Agung Hendrawan mengatakan fitur tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap analisis investasi yang sebelumnya lebih banyak dinikmati investor institusi.

"Selama ini analisis investasi berkualitas tinggi hanya menjadi hak istimewa segelintir orang. Pluang Agentic Trading bertujuan membuka akses tersebut sehingga investor di berbagai daerah memiliki kemampuan analisis yang setara," ujar Andreas dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut dia, Agentic Trading memungkinkan pengguna menghubungkan akun investasi mereka dengan AI untuk menganalisis portofolio, melakukan riset, hingga menyiapkan transaksi pembelian maupun penjualan aset. Meski demikian, setiap transaksi tetap harus mendapat persetujuan pengguna sebelum dieksekusi. Perusahaan menyebut fitur tersebut merupakan pengembangan dari Aura AI yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai penyedia analisis investasi.

Melalui Agentic Trading, pengguna dapat mengakses berbagai fitur, seperti analisis portofolio secara real time, eksekusi market order dan limit order, akses data pasar, backtest strategi investasi menggunakan data historis, hingga rangkuman otomatis laporan keuangan maupun berita pasar.
 




Ilustrasi. Foto: dok Magnific.
 

Aspek keamanan dalam pengembangan fitur


Co-Founder Pluang Claudia Kolonas mengatakan aspek keamanan menjadi fokus utama dalam pengembangan fitur tersebut.

"Tantangan terbesarnya bukan membuat AI bisa memasang order, melainkan membangun sistem pengaman agar AI tidak melakukan transaksi yang salah atau tanpa izin," tambah Claudia.

Ia menjelaskan sistem menggunakan mekanisme Propose-Confirm-Execute, yakni AI hanya memberikan usulan transaksi, sementara keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pengguna.

Selain itu, Pluang menerapkan sejumlah lapisan keamanan, antara lain konfirmasi wajib sebelum transaksi diproses, pembatasan nilai transaksi harian, token sekali pakai untuk setiap order, serta perlindungan terhadap potensi manipulasi prompt AI.

Perusahaan juga menegaskan seluruh layanan berjalan pada platform yang telah memiliki izin sesuai ketentuan regulator untuk produk dan layanan yang disediakan. Sementara itu, hasil analisis yang diberikan AI tetap perlu dipertimbangkan bersama riset mandiri karena dapat mengandung kesalahan maupun estimasi probabilistik.

Pengguna yang ingin mencoba fitur tersebut dapat mendaftarkan diri melalui aplikasi Pluang. Akses untuk masyarakat luas ditargetkan tersedia pada pertengahan Agustus 2026.

(Ade Hapsari Lestarini)