Upaya Kementan Berantas Mafia Beras Didukung

Organisasi Rembuk Pemuda bertemu Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Istimewa.

Upaya Kementan Berantas Mafia Beras Didukung

Arga Sumantri • 5 August 2026 19:28

Jakarta: Organisasi Rembuk Pemuda mendukung langkah tegas Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memberantas praktik mafia beras. Praktik ini dinilai tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. 

Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam menjaga tata kelola pangan nasional.

Ketua Umum Rembuk Pemuda, Aidil Pananrang, menegaskan keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan harus dibarengi dengan keberanian membersihkan praktik-praktik yang merusak sistem distribusi dan tata niaga pangan.

"Rembuk Pemuda siap pasang badan bersama Kementerian Pertanian untuk menyikat habis mafia pangan demi melindungi hak seluruh rakyat Indonesia," ujar Aidil. dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026.

Rembuk Pemuda juga menaruh perhatian khusus terhadap dugaan penyimpangan beras fortifikasi yang belakangan menjadi sorotan publik. Program fortifikasi sejatinya merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penambahan berbagai mikronutrien penting, seperti zat besi, seng, asam folat, dan vitamin B12. 

Program tersebut dirancang untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk ibu hamil, anak-anak, serta masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Beras ilustrasi. Foto: Dok MI.

Penyalahgunaan label fortifikasi ataupun praktik manipulasi mutu tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga menghilangkan manfaat kesehatan yang seharusnya diterima masyarakat. Ia menilai praktik semacam ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tujuan pembangunan nasional, karena mempermainkan program yang dirancang untuk melindungi kelompok paling rentan.

Menurut Aidil, keberhasilan Indonesia menuju swasembada pangan merupakan hasil kerja keras petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan yang tidak boleh dirusak oleh kepentingan segelintir kelompok.

"Swasembada pangan yang telah diraih dengan keringat para petani tidak boleh dirampas oleh segelintir mafia," ungkap dia.

Rembuk Pemuda siap mengawal agenda pemberantasan mafia beras melalui penguatan partisipasi generasi muda di berbagai daerah. Pengawalan tersebut akan diwujudkan melalui edukasi publik, peningkatan literasi pangan, penguatan budaya whistleblowing terhadap dugaan penyimpangan distribusi pangan, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem pengawasan yang lebih transparan dan akuntabel.

(Arga Sumantri)