Ilustrasi medsos. Foto: Dok. Medcom.id
Tips Cegah Oversharing: Kedepankan Empati dan Kontrol Diri Sebelum Posting
Fachri Audhia Hafiez • 25 February 2026 11:26
Jakarta: Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, menekankan pentingnya empati dan kontrol diri dalam mencegah perilaku oversharing di media sosial. Menurutnya, batasan moral sangat diperlukan agar seseorang tidak terjebak dalam membagikan informasi pribadi secara berlebihan ke ranah publik.
"Kalau misalnya berbaginya itu edukasi, melakukan penelitian atau ceramah, mungkin itu masih punya dampak untuk orang lain. Tapi, kalau sudah yang pribadi, enggak usah terlalu diunggah. Itu ada hal yang seharusnya secara moral harus bisa membatasi orang untuk mengatakannya,” ujar Romi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca Juga :
Sering Oversharing? Psikolog Ungkap Pemicunya
Romi menjelaskan bahwa setiap informasi yang dibagikan secara digital berpotensi menimbulkan beragam persepsi. Jika tidak berhati-hati, konten yang bersifat terlalu personal justru dapat berdampak negatif pada hubungan sosial sang pemilik akun.
"Bisa berdampak juga pada hubungan dia dengan orang-orang tertentu, dengan apa yang dia bagikan di dalam media sosial itu. Kalau (oversharing) itu berdampak bisa negatif, karena belum tentu semua menerima dan setuju dengan apa yang diberikannya,” lanjut Romi.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena di mana pelaku oversharing sering kali tidak menyadari tindakannya. Hal ini biasanya dipicu oleh efek dopamin dari perhatian audiens, seperti jumlah like atau komentar yang memberikan kepuasan instan.
"Kenapa kalau lagi oversharing enggak sadar, karena kadang-kadang mereka mungkin dapat tanggapan menyenangkan, ada audiens yang memperhatikan dia,” ujar Romi.
.jpg)
Ilustrasi medsos. Foto: Dok. Istimewa.
Untuk membentengi diri, Romi menyarankan penerapan tujuh kebajikan utama (seven essential virtues), yang meliputi empati, kontrol diri, dan nurani. Empati dibutuhkan untuk mempertimbangkan perasaan orang lain, kontrol diri untuk menahan keinginan mengumbar privasi, dan nurani sebagai penentu kebenaran tindakan.
“Seven essential virtues itu perlu ada pada setiap manusia dan memang sudah ada, tapi harus distimulasi agar bisa lebih memahami dan bisa masuk ke dalam kehidupan kita dalam praktiknya. Misalnya dalam mengambil keputusan termasuk dalam meng-upload di media sosial,” ujar Romi.