Ilustrasi kebakaran hutan. (Medcom.id)
Riau Belum Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
Silvana Febiari • 29 January 2026 16:09
Pekanbaru: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tahun ini telah melanda 59,38 hektare di 10 kabupaten/kota. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum menetapkan status siaga darurat karhutla.
“Karena Riau belum menetapkan status siaga darurat karhutla, saat ini penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Meskipun demikian, koordinasi tetap dilaksanakan agar pemadaman berjalan efektif,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Daerah-daerah yang sudah dilanda karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai, dan Pekanbaru.
“Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan jarhutla 59,38 hektare,” ujar Edy.
Edy merincikan, karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 7 hektare, Bengkalis 15,01 hektare, Kepulauan Meranti 2,70 hektare, Siak 5,30 hektare, Pekanbaru 8,43 hektare, Kampar 7,25 hektare, Pelalawan 6 hektare, Inhu 1,30 hektare, Inhil 5 hektare, dan Kuansing 1,50 hektare.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Medcom.id)
Dari rincian luasan tersebut, lanjutnya, juga ditemukan 200 titik panas. Namun, saat ini karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani.
“Laporan dari masing-masing daerah karhutla di wilayah sudah bisa ditangani. Sudah ada yang padam total dan ada juga yang masih proses pendinginan,” sebutnya.
Dalam upaya penanganan karhutla, banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, serta pihak-pihak perusahaan.