Peringatan Berkabung 40 Hari Iran Picu Protes Baru di Beberapa Daerah

Peringatan berkabung 40 hari korban protes Iran bulan Januari 2026. (X via BBC)

Peringatan Berkabung 40 Hari Iran Picu Protes Baru di Beberapa Daerah

Riza Aslam Khaeron • 19 February 2026 10:43

Teheran: Peringatan 40 hari kematian para korban dalam penindakan berdarah terhadap demonstrasi massal bulan lalu kembali memicu protes di sejumlah kota di Iran. Tradisi berkabung yang biasanya berlangsung khidmat justru berubah menjadi ruang ekspresi kemarahan publik terhadap pemerintah.

Melansir Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) pada 18 Februari 2026, upacara peringatan digelar di berbagai wilayah dan diwarnai teriakan slogan anti-pemerintah. Aparat keamanan berupaya mencegah kerumunan membesar dan dalam sejumlah kasus membubarkan massa dengan tembakan.

Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengonfirmasi sedikitnya 7.015 orang tewas dan lebih dari 53.000 orang ditangkap dalam gelombang protes nasional yang meletus pada akhir Desember 2025. Angka sebenarnya diyakini lebih tinggi. Mayoritas korban jatuh saat protes mencapai puncaknya pada 8 hingga 10 Januari.

Momentum 40 hari berkabung memiliki makna historis di Iran dan kerap menjadi titik konsolidasi gerakan politik, termasuk menjelang Revolusi Islam 1979. Pola itu kembali terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Video yang diverifikasi RFE/RL menunjukkan aksi protes saat upacara berlangsung di Teheran serta di Shiraz, Abdanan, Bushehr, Chalus, dan Najafabad. Di sejumlah lokasi, aparat bergerak cepat agar acara tidak berkembang menjadi demonstrasi yang lebih besar.

Warga melaporkan adanya blokade jalan, pengerahan besar polisi dan unit paramiliter, serta gangguan internet secara berkala.

Di pemakaman Behesht Zahra, Teheran, pada 17 Februari, pelayat berkumpul di sekitar makam korban sambil meneriakkan slogan anti-pemerintah. Terdengar seruan, “Seribu orang berdiri di belakang setiap orang yang tewas,” sebagai bentuk solidaritas terhadap korban.
 

Baca Juga:
AS Disebut Siap Serang Iran Pekan Ini, Trump Belum Buat Putusan Akhir

Pada hari yang sama di Abdanan, upacara mengenang Alireza Seydi, remaja 16 tahun yang tewas saat mengikuti demonstrasi di Teheran, juga berubah menjadi aksi protes. Pelayat meneriakkan, “Kematian untuk Khamenei,” sebelum aparat melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan kerumunan.

Sejumlah keluarga korban melaporkan meningkatnya tekanan dari otoritas dalam beberapa hari dan pekan terakhir. Ada yang dipanggil untuk diperiksa, diancam, bahkan dicegah menggelar peringatan.

Pemerintah, di sisi lain, berupaya membentuk narasi atas penindakan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir. Otoritas menyalahkan “perusuh” dan “teroris” yang dipersenjatai Israel dan Amerika Serikat atas kematian tersebut, serta mengklaim sekitar 3.117 orang tewas, sebagian besar disebut anggota pasukan keamanan.

Namun pada 17 Februari, Khamenei menyebut para korban sebagai “syuhada” dan mengatakan bahwa “peluru itu bisa datang dari mana saja,” pernyataan yang berbeda dari klaim resmi sebelumnya.

Ia juga menyatakan dirinya “sedang berkabung” atas pertumpahan darah itu, sementara upacara keagamaan yang disponsori negara digelar untuk menandai 40 hari sejak penindakan. Langkah tersebut memicu kritik bahwa pemerintah berupaya mengendalikan makna peringatan
 

Pihak Keamanan Iran Tembaki Kerumunan yang Berkabung


Tangkapan layar rekaman yang diverifikasi BBC, petugas keamanan melepaskan tembakan dan kerumunan merlarikan diri di Abdanan. (Istimewa)

Terkait momen berkabung tersebut, BBC pada Rabu, 18 Februari 2026, melaporkan bahwa petugas keamanan Iran tampak melepaskan tembakan ke arah kerumunan pelayat di pemakaman Abdanan, Iran barat, pada Selasa, 17 Februari 2026.

Rekaman yang telah diverifikasi oleh BBC Verify dan BBC Persian memperlihatkan massa meneriakkan slogan anti-pemerintah, termasuk seruan “kematian untuk Khamenei.” Sebuah kendaraan lapis baja terlihat melintas sebelum seorang pria berseragam mengangkat senjata.

Tembakan pertama terdengar ketika senjata diarahkan menjauh dari kamera. Beberapa detik kemudian, terdengar tembakan kedua dengan arah senjata tampak menuju kerumunan. Kepulan asap terlihat setiap kali peluru dilepaskan.

Orang-orang berteriak dan berlarian menjauh dari lokasi. Video lain dari area pemakaman menunjukkan asap di kejauhan serta beberapa suara tembakan ketika pelayat berusaha menyelamatkan diri.

Media pemerintah IRIB News menyatakan acara tersebut berlangsung damai dan membantah adanya korban luka atau tewas.

Dalam salah satu video yang diverifikasi, papan reklame di latar belakang menampilkan foto Alireza Seydi, remaja asal Abdanan yang tewas dalam demonstrasi di Teheran bulan lalu dan diperingati pada hari itu.

Pada saat yang sama, upacara lain juga berlangsung di Teheran dan Mashhad, dengan sebagian peserta meneriakkan slogan anti-pemerintah, sementara acara yang diselenggarakan negara menampilkan seruan “kematian untuk Amerika.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)