Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei. (EPA via BBC)
AS Disebut Siap Serang Iran Pekan Ini, Trump Belum Buat Putusan Akhir
Riza Aslam Khaeron • 19 February 2026 08:52
Jakarta: Para pejabat keamanan nasional Amerika Serikat memberi tahu Presiden Donald Trump bahwa militer siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat hari Sabtu pekan ini. Namun hingga kini, Trump belum mengambil keputusan akhir.
Melansir CBS News pada Selasa, 18 Februari 2026, sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan opsi militer sudah siap, tetapi waktu pelaksanaannya masih bisa bergeser melewati akhir pekan.
Pemerintah AS disebut sedang menimbang risiko eskalasi dan dampak politik maupun militer jika memilih menyerang atau justru menahan diri.
Dalam tiga hari ke depan, Pentagon juga akan memindahkan sebagian personel dari Timur Tengah ke Eropa atau kembali ke Amerika Serikat sebagai langkah antisipasi jika terjadi operasi militer atau serangan balasan dari Iran.
Salah satu sumber menegaskan langkah pemindahan aset dan personel itu merupakan prosedur standar menjelang potensi aksi militer dan “tidak serta-merta menandakan serangan terhadap Iran sudah di ambang pintu.” Saat dimintai komentar pada Rabu sore, juru bicara Pentagon mengatakan tidak ada informasi tambahan yang bisa disampaikan.
Di tengah ketegangan tersebut, jalur diplomasi masih terbuka. Perundingan nuklir Iran-AS berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Pemerintahan Trump menyebut ada kemajuan, tetapi Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengakui kedua pihak “masih sangat jauh berbeda dalam beberapa isu.”
Ia juga menyatakan ada “banyak alasan dan argumen yang bisa dibuat untuk serangan terhadap Iran,” namun diplomasi tetap menjadi pilihan utama presiden. Leavitt menolak menjawab apakah serangan potensial akan dikoordinasikan dengan Israel.
“Iran akan sangat bijak jika membuat kesepakatan dengan Presiden Trump dan pemerintahannya,” ujar Leavitt, merujuk pada serangan AS ke fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.
Sementara itu, pengerahan militer di kawasan terus meningkat. Kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di wilayah tersebut, dan kapal induk kedua, USS Gerald R. Ford, bergerak menuju Timur Tengah. Per Rabu, Gerald R. Ford terpantau berada di lepas pantai Afrika Barat berdasarkan data pelacakan kapal.
| Baca Juga: AS Mobilisasi Lebih dari 50 Jet Tempur ke Iran Dalam 24 Jam |
Peluang 90% Melihat Aksi Dalam Beberapa Pekan ke Depan

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Anadolu Agency)
Axios pada Rabu, 18 Februari 2026, juga melaporkan bahwa pemerintahan Trump semakin dekat pada perang besar di Timur Tengah “daripada yang disadari kebanyakan warga Amerika” dan konflik tersebut “bisa dimulai sangat segera.”
Menurut sumber-sumber yang dikutip, operasi terhadap Iran kemungkinan akan berbentuk kampanye militer besar selama berminggu-minggu dan menyerupai perang skala penuh.
Sebelumnya, penasihat Trump Jared Kushner dan Steve Witkoff bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama tiga jam di Jenewa. Meski kedua pihak menyebut pembicaraan “membuat kemajuan,” perbedaan posisi disebut masih cukup lebar.
Wakil Presiden JD Vance mengatakan kepada Fox News bahwa pembicaraan “berjalan baik” dalam beberapa hal, namun “dalam hal lain, sangat jelas bahwa presiden telah menetapkan beberapa garis merah yang belum bersedia diakui dan diatasi oleh pihak Iran.” Ia menambahkan Trump menginginkan kesepakatan, tetapi bisa saja menilai diplomasi telah “mencapai akhir alaminya.”
Di lapangan, kekuatan militer AS terus bertambah, mencakup dua kapal induk, belasan kapal perang, ratusan jet tempur, serta sejumlah sistem pertahanan udara, dengan sebagian masih dalam perjalanan. Lebih dari 150 penerbangan kargo militer AS dilaporkan telah memindahkan persenjataan dan amunisi ke Timur Tengah.
Dalam 24 jam terakhir, sekitar 50 jet tempur tambahan—F-35, F-22, dan F-16—juga menuju kawasan.
Mengenai waktu pelaksanaan, pemerintah Israel disebut menyiapkan skenario perang “dalam hitungan hari” menurut dua pejabat Israel yang dikutip. Sejumlah sumber AS memperkirakan Washington mungkin membutuhkan waktu lebih lama, sementara yang lain menilai linimasanya bisa lebih cepat.
“Bos mulai muak. Ada orang-orang di sekelilingnya yang memperingatkannya agar tidak berperang dengan Iran, tetapi saya pikir ada peluang 90% kita melihat aksi kinetik dalam beberapa pekan ke depan,” ucap seorang penasihat Trump kepada Axios.