Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Bangsa Dinilai Butuh Suntikan Optimisme
Fachri Audhia Hafiez • 24 May 2026 19:09
Jakarta: Narasi pesimistis yang menyebut kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada di ambang krisis disorot. Saat ini publik dinilai membutuhkan suntikan optimisme, bukan narasi pesimistis yang destruktif.
"Mari kita semua berpikir positif, Indonesia rumah besar kita yang harus dirawat bersama. Bangsa ini jangan terus-menerus disuguhi narasi kegelapan. Kritik boleh, bahkan penting dalam demokrasi. Prabowo sama sekali tidak anti-kritik. Tapi kritik harus menghadirkan sikap optimisme, solusi, dan semangat persatuan. Jangan sampai rakyat dibuat semakin cemas menghadapi keadaan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Mei 2026.
Idrus menganggap pandangan suram mengenai masa depan ekonomi nasional belakangan ini terlalu disetir oleh paradigma neoliberalisme, yang selalu mengukur kesuksesan negara dari kacamata pasar bebas semata. Padahal, Indonesia berjalan di atas rel Ideologi Pancasila sebagai jalan tengah (Wasathiyah), yang secara seimbang mengakui hak individu sekaligus melindungi kepentingan sosial rakyat banyak.
Menanggapi kritik yang menuding proyek strategis nasional (PSN) sebagai proyek 'prestise', Idrus menilai argumen tersebut lahir dari nalar yang hanya mengejar profit jangka pendek. Menurutnya, proyek infrastruktur skala makro memang harus diambil alih oleh negara melalui BUMN karena pihak swasta tidak akan mau menyentuh investasi dengan masa pengembalian modal yang sangat panjang.
Negara, lanjut Idrus, tidak boleh melepas hajat hidup orang banyak ke dalam pusaran mekanisme pasar bebas tanpa kontrol, sebab berisiko memperlebar jurang ketimpangan sosial. BUMN harus tetap difungsikan sebagai benteng penstabil harga energi, penyedia lapangan kerja, dan distributor keadilan ekonomi.
“Kalau semuanya dilepas ke pasar, maka yang kuat akan semakin menguasai. Negara harus hadir menjadi penyeimbang agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu,” kata Idrus.
.jpg)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Idrus menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui konsepsi Astacita, Indonesia justru sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi yang berdaulat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anak bangsa untuk melihat arah kebijakan pemerintah secara utuh dan objektif demi menjaga kondusivitas nasional.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, juga menilai kekhawatiran ekonomi berlebihan tidak berdasar jika merujuk pada data makroekonomi saat ini, di mana cadangan devisa nasional kokoh, rasio utang pemerintah aman, dan ketahanan sektor perbankan jauh lebih prima dibanding era 1998.
“Pemerintah sedang membangun fondasi ekonomi jangka panjang. Infrastruktur itu bukan proyek sesaat, tetapi instrumen untuk menurunkan biaya logistik dan memperkuat daya saing nasional,” kata Misbakhun.