Jelang Iduladha, Pengiriman Sapi Kurban Antarpulau Melonjak 70%

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding. Foto: ANTARA/Aria Ananda.

Jelang Iduladha, Pengiriman Sapi Kurban Antarpulau Melonjak 70%

Fachri Audhia Hafiez • 21 May 2026 11:15

Jakarta: Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat lonjakan signifikan pengiriman komoditas sapi menjelang Hari Raya Iduladha 2026 yang mencapai 198.925 ekor sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut memperlihatkan kenaikan pesat hingga 70 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini menurut pemantauan Best Trust, aplikasi atau sistem data kita yang ada di Barantin, ada (pergerakan) sekitar 198.925 ekor sapi, lalu untuk kambing ada sekitar 103.216 ekor,” kata Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
 


Karding memaparkan bahwa tren peningkatan ini merefleksikan pergerakan distribusi hewan kurban antarpulau yang semakin intensif. Berdasarkan basis data geografis, daerah pengeluaran sapi terbesar di tanah air berasal dari Provinsi Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Timur.

Dari beberapa daerah tersebut, wilayah NTT menonjol sebagai salah satu lumbung pemasok utama sapi kurban ke berbagai zona konsumen, termasuk pemenuhan kuota komoditas untuk DKI Jakarta.

“Kalau asal paling banyak rata-rata NTT. NTT penyumbang terbesar-lah kira-kira,” jelas Karding.


Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding. Foto: ANTARA/Aria Ananda.

Bukan hanya sapi, grafik kenaikan juga terjadi pada lalu lintas hewan kurban jenis kambing dan domba. Pada rentang Januari hingga April 2026, jumlahnya tercatat menyentuh 103.216 ekor atau melesat 77 persen dari tahun lalu. Pasokan kambing dan domba terbesar bersumber dari Jawa Timur, Lampung, NTT, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Khusus di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok sendiri, Barantin mendata volume pemasukan sapi lokal sejak awal Januari hingga per hari ini, Kamis 21 Mei 2026, telah mencapai 2.837 ekor.

Merespons tingginya mobilitas ternak tersebut, Karding menegaskan jajarannya terus memperkuat barikade pengawasan karantina di setiap pelabuhan dan titik perbatasan. Langkah pengetatan ini dinilai krusial guna memitigasi risiko kontaminasi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, hingga brucellosis.

Setiap hewan yang melintas wajib melalui skrining ketat yang meliputi keabsahan dokumen otentik, uji klinis kesehatan satwa, hingga tindakan disinfeksi menyeluruh pada armada pengangkut selama proses distribusi.

“Kita ingin memastikan bahwa semua hewan calon-calon kurban itu dipastikan aman dari penyakit,” ujar Karding.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)