Gudang SRG Berbasis Rel Perkuat Logistik Komoditas Nasional

Soft launching Gudang SRG berbasis rel di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Foto: dok KBI.

Gudang SRG Berbasis Rel Perkuat Logistik Komoditas Nasional

Husen Miftahudin • 18 June 2026 22:35

Jakarta: PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) mendukung peluncuran awal (soft launching) Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis rel di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik komoditas nasional melalui integrasi sistem penyimpanan dengan moda transportasi kereta api.

Direktur Utama PT KBI Budi Susanto mengatakan implementasi SRG berbasis rel menjadi bentuk sinergi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas nasional.

"PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berkomitmen untuk terus mendorong integrasi SRG ke dalam rantai pasok logistik nasional. Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui sinergi yang kuat antara PT KBI dengan Bappebti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI (Persero), PT Sucofindo (Persero), Bank BJB, PT ASLI Logistik Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Budi seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.

Adapun, gudang SRG Gedebage merupakan aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dimanfaatkan melalui kerja sama dengan PT ASLI Logistik Indonesia. Sementara pengelolaan gudang dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero).

Kehadiran gudang ini dinilai strategis karena mengintegrasikan penyimpanan komoditas dengan jaringan transportasi rel, sehingga distribusi dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan terhubung dengan pasar yang lebih luas. Ke depan, gudang ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat logistik (hub) yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik dan internasional.

Pada tahap awal operasional, Gudang SRG Gedebage akan mendukung penyimpanan kopi Java Preanger, salah satu komoditas unggulan Jawa Barat yang telah dikenal di pasar global. Pengembangan SRG berbasis rel diharapkan dapat membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi komoditas ekspor.
 

Baca juga: Ekspor Satu Pintu Didorong Perkuat Instrumen Hilirisasi


(Soft launching Gudang SRG berbasis rel di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Foto: dok KBI)
 

Komoditas kopi dominasi registrasi SRG


Potensi besar komoditas kopi juga tercermin dari data registrasi PT KBI. Hingga Mei 2026, kopi mendominasi registrasi dalam sistem IsWare Next Gen dengan porsi mencapai 47 persen dari total komoditas yang tercatat.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi, baik untuk pengelolaan stok maupun akses pembiayaan.

Untuk meningkatkan layanan registrasi, PT KBI terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan sistem IsWare Next Gen. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas registrasi, mempermudah verifikasi kualitas dan kuantitas komoditas, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam ekosistem SRG.

Komitmen PT KBI juga diperkuat melalui partisipasi dalam ajang WIITEX 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam forum tersebut, PT KBI bertemu dengan pelaku usaha dan pembeli internasional dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Jerman.

Ajang tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan optimalisasi SRG sebagai instrumen pendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

"Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional," tutup Budi.

(Husen Miftahudin)