Sekolah Rakyat di Sukoharjo Mulai Operasi Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau SR permanen di Sukoharjo. Metrotvnews.com/ Triawati

Sekolah Rakyat di Sukoharjo Mulai Operasi Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Triawati Prihatsari • 3 July 2026 09:29

Sukoharjo: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau persiapan Sekolah Rakyat (SR) di Sukoharjo, Kamis, 2 Juli 2026. Diketahui, pembangunan SR permanen di Sukoharjo tersebut telah mencalai 90 persen dan siap beroperasi 14 Juli 2026. 

"Kita bersyukur SD, SMP, SMA (Sekolah Rakyat) sudah tinggal 10 persen. Artinya MPLS tanggal 14 Juli 2026 sudah bisa dilakukan. Sehingga tahun ajaran baru ini sudah bisa dilaksanakan," ungkap Muhaimin, di Sukoharjo. 

Terkait pembangunan SR, ia menekankan pentingnya perawatan bangunan ke depan. Pihaknya berkerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk hal tersebut. 

"Yang paling penting adalah bagaimana maintenance, perawatan. Harus disinergikan antara Kemensos dan Pemda. Karena ini tanahnya Pemda, gedungnya sangat bagus, layak. Akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita dari desil 1 yang bersekolah di sini," beber Muhaimin. 

Ditambahkan Wamensos Agus Jabo, sampai saat ini kuota siswa SR masih belum terpenuhi untuk jenjang SD. Sedangkan kuota SR jenjang SMP dan SMA di Sukoharjo telah terpenuhi. 

"Masing-masing tingkat ada tiga rombel, masing-masing rombel 90 siswa. Untuk SD masig kurang (kuota), tapi kita akan coba terys supaya nanti menenuhi kuota," imbuh Agus.

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau SR permanen di Sukoharjo. Metrotvnews.com/ Triawati

Menurutnya, masih belum terpenuhinya kuota SR jenjang SD disebabkan masih banyak orang tua siswa yang enggan melepas anaknya sekolah dengan sistem asrama tersebut. Dari 90 kuota siswa SD SR di Sukoharjo, baru terisi 37 siswa. 

"Karena orang tua masih susah melepas kalau Szd. Kita harapkan sewaktu-waktu kalau orang tua ingin menengok anaknya, tetap diizinkan. SD baru 37 siswa dari kuota 90 siswa," kata Agus. 

(Lukman Diah Sari)