Kim Jong-un Awasi Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir di Kapal Perusak Baru

Kim Jong-un mengawasi uji coba rudal jelajah berkemampuan nuklir di kapal perusak Kang Kon. (KCNA)

Kim Jong-un Awasi Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir di Kapal Perusak Baru

Willy Haryono • 5 July 2026 09:46

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi langsung uji coba rudal jelajah berkemampuan nuklir dan sejumlah sistem persenjataan di kapal perusak terbaru Kang Kon berbobot 5.000 ton.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pyongyang membangun angkatan laut yang dipersenjatai senjata nuklir.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan uji coba yang berlangsung pada Jumat itu mencakup peluncuran rudal jelajah strategis, pengujian meriam utama kapal, meriam otomatis, sistem peperangan elektronik, serta evaluasi kemampuan deteksi sasaran dan pemrosesan informasi.

Setelah menyaksikan pengujian dari darat, Kim memerintahkan seluruh proses uji coba kapal segera diselesaikan dan kapal tersebut mulai dioperasikan dalam waktu dua bulan.

Dikutip dari TRT World, Minggu, 5 Juli 2026, uji coba itu dilakukan tidak lama setelah Korea Utara meresmikan kapal perusak berbobot 5.000 ton pertamanya, Choe Hyon, pada akhir Juni. Dalam upacara peresmian, Kim menyatakan program persenjataan nuklir angkatan laut negaranya berjalan sesuai rencana.

Setelah bertahun-tahun memprioritaskan pengembangan rudal balistik, Kim kini semakin memusatkan perhatian pada modernisasi kekuatan angkatan laut, termasuk pembangunan kapal selam bertenaga nuklir.

Dalam kongres Partai Buruh Korea pada Februari, Kim juga menyerukan pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dapat diluncurkan dari bawah laut.

Korea Utara pertama kali memperkenalkan kapal Choe Hyon pada April 2025. Saat itu, Kim menyebut kapal tersebut sebagai langkah penting untuk memperluas jangkauan operasional militer dan meningkatkan kemampuan serangan pendahuluan.

Menurut KCNA, kapal perang tersebut dilengkapi berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal balistik dan rudal jelajah berkemampuan nuklir, serta senjata antikapal dan antipesawat.

Sementara itu, Kang Kon diperkenalkan pada Mei 2025, sebulan setelah Choe Hyon. Kapal tersebut sempat mengalami kerusakan saat peluncuran di Pelabuhan Chongjin, yang memicu kemarahan Kim.

Pemerintah Korea Utara kemudian menyatakan Kang Kon kembali diluncurkan pada Juni setelah menjalani perbaikan. Namun, sejumlah analis luar negeri masih meragukan kesiapan kapal tersebut untuk bertugas secara penuh.

Kim juga menargetkan pembangunan dua kapal perusak berbobot 5.000 ton setiap tahun dalam lima tahun ke depan, serta pengembangan kapal perusak yang lebih besar dengan bobot 10.000 ton.

Baca juga:  Kim Jong-un Minta Korea Utara Bangun Dua Kapal Perang Besar Setiap Tahun

(Willy Haryono)