Suasana zona perluasan atau zona 5 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Abdan Syakura.
DLH Jabar Antisipasi Kebakaran TPA Sarimukti di Musim Kemarau
Whisnu Mardiansyah • 8 July 2026 17:05
Bandung: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menyiapkan berbagai upaya pencegahan guna menghadapi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, sepanjang musim kemarau panjang tahun ini.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Jawa Barat, Arief Perdana, mengungkapkan salah satu strategi utama yang ditempuh ialah merapikan kembali tumpukan sampah agar gas metana tidak terperangkap di satu lokasi.
"Kami sudah menyiapkan anggaran tahun ini untuk penutupan sampah. Tumpukan itu ditata supaya gas metana lebih tersebar merata. Alat berat kami tambah untuk menata timbunan dan mengurangi tumpukan," kata Arief, di Bandung Barat, seperti dilansir Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Tak hanya itu, pengelola juga meningkatkan kesiagaan dengan menyediakan hidran dan perlengkapan pemadam kebakaran, baik yang berukuran besar maupun ringan, agar respons terhadap titik api dapat berlangsung sigap.
"Sudah ada hidran dan alat pemadam api, baik yang berat maupun ringan, sehingga kami siap melakukan penanganan jika terjadi kebakaran," ujarnya.
DLH Jabar turut berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat untuk menggelar simulasi pemadaman, pelatihan bersama, serta sosialisasi kepada pemulung dan sopir truk agar tidak membuang puntung rokok atau menyalakan api di area landfill.
"Penyuluhan kepada para pemulung sudah dilaksanakan bersama Damkar agar masyarakat lebih berhati-hati saat berada di lokasi landfill," tuturnya.
Meski kadar gas metana di zona perluasan TPA Sarimukti belum dihitung secara mendetail, keberadaan sampah organik dalam volume besar dinilai berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah naik ke permukaan saat suhu udara meningkat di musim kemarau.
.jpg)
TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. (MTVN/Roni K)
Kondisi ini bisa memicu lonjakan suhu di dalam timbunan sampah dan berisiko memicu kebakaran, terutama jika ada pemicu seperti pecahan kaca yang memantulkan sinar matahari atau percikan api.
TPA Sarimukti pernah dilanda kebakaran besar pada Agustus 2023 di zona lama yang sudah tidak digunakan. Peristiwa itu memaksa status tanggap darurat diberlakukan hingga September 2023. Api diduga dipicu puntung rokok dan menyebar luas akibat kandungan gas metana dalam tumpukan sampah.
DLH Jabar berharap penguatan langkah pencegahan, peningkatan kesiapan personel, serta disiplin semua pihak yang beraktivitas di lingkungan TPA Sarimukti dapat menekan risiko kebakaran selama puncak musim kemarau tahun ini.