Ilustrasi: Personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandarlampung sedang memadamkan api di TPA Bakung. Bandarlampung. (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Pemkot Bandar Lampung Perkuat Mitigasi Kebakaran di TPA Bakung
Silvana Febiari • 8 July 2026 15:36
Bandar Lampung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperkuat sistem mitigasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung. Langkah ini mengedepankan pencegahan menghadapi musim kemarau.
"Mitigasi kebakaran di TPA Bakung terus kami tingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, Budi Ardianto, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Untuk memitigasi kebakaran, DLH menyiagakan tandon air di sejumlah titik di TPA Bakung. Tandon tersebut menjadi sumber air untuk penanganan awal sebelum api meluas.
"Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko mengingat TPA Bakung setiap hari menerima sekitar 800 ton sampah dari berbagai wilayah di Kota Bandarlampung," ungkap dia.
Tingginya volume sampah yang masuk menjadikan pengelolaan risiko kebakaran sebagai salah satu prioritas agar operasional TPA tetap berjalan aman. Selain itu, tidak berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Kami juga telah melakukan pemetaan area TPA Bakung yang memiliki luas sekitar 14 hektare serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai langkah cepat apabila terjadi insiden kebakaran," ujar dia.
DLH Bandar Lampung juga rutin menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada para pemulung di TPA Bakung. Mereka diimbau tidak merokok atau membakar sampah di kawasan TPA.
"Pencegahan menjadi langkah paling efektif. Kami terus mengingatkan para pemulung agar tidak merokok dan tidak membakar sampah di area TPA," ucapnya.

Sampah di TPA Bakung, Bandar Lampung. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho
Berbagai langkah tersebut merupakan hasil evaluasi setelah kebakaran besar melanda TPA Bakung pada Desember 2024. Saat itu, proses pemadaman api membutuhkan waktu lebih dari 24 jam.
"Maka dari itu kami berharap langkah dan sosialisasi kepada masyarakat dan pemulung di sekitar TPA dapat berjalan efektif, serta mereka dapat mematuhi aturan yang berlaku sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin," harapnya.
"Mitigasi kebakaran di TPA Bakung terus kami tingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, Budi Ardianto, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Untuk memitigasi kebakaran, DLH menyiagakan tandon air di sejumlah titik di TPA Bakung. Tandon tersebut menjadi sumber air untuk penanganan awal sebelum api meluas.
"Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko mengingat TPA Bakung setiap hari menerima sekitar 800 ton sampah dari berbagai wilayah di Kota Bandarlampung," ungkap dia.
Tingginya volume sampah yang masuk menjadikan pengelolaan risiko kebakaran sebagai salah satu prioritas agar operasional TPA tetap berjalan aman. Selain itu, tidak berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Kami juga telah melakukan pemetaan area TPA Bakung yang memiliki luas sekitar 14 hektare serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai langkah cepat apabila terjadi insiden kebakaran," ujar dia.
DLH Bandar Lampung juga rutin menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada para pemulung di TPA Bakung. Mereka diimbau tidak merokok atau membakar sampah di kawasan TPA.
"Pencegahan menjadi langkah paling efektif. Kami terus mengingatkan para pemulung agar tidak merokok dan tidak membakar sampah di area TPA," ucapnya.

Sampah di TPA Bakung, Bandar Lampung. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho
Berbagai langkah tersebut merupakan hasil evaluasi setelah kebakaran besar melanda TPA Bakung pada Desember 2024. Saat itu, proses pemadaman api membutuhkan waktu lebih dari 24 jam.
"Maka dari itu kami berharap langkah dan sosialisasi kepada masyarakat dan pemulung di sekitar TPA dapat berjalan efektif, serta mereka dapat mematuhi aturan yang berlaku sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin," harapnya.