192 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin

Sejumlah warga beraktivitas di pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk Senin (6/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M

192 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin

Whisnu Mardiansyah • 8 July 2026 13:15

Tangerang: Polda Banten mengamankan area permukiman sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kawasan tersebut ditinggalkan penghuninya yang mengungsi akibat terdampak asap kebakaran.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas keamanan dari jajaran Polresta Tangerang untuk mengawasi tempat tinggal warga pengungsi.

"Saat ini ada 192 orang yang mengungsi. Semua baik tempat tidur pengungsian sudah disiapkan," ucap Hengki, seperti dilansir Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama rumah-rumah warga ditinggalkan, polisi mengintensifkan patroli di kawasan permukiman.

"Pengawasan dilakukan terutama pada malam hari, ketika sebagian besar warga memilih mengungsi karena asap kebakaran semakin pekat akibat arah embusan angin," kata Hengki.
 


Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada, menambahkan patroli dilakukan secara rayon dengan melibatkan personel gabungan dari sejumlah Polsek.

"Selain melakukan tugas di area kebakaran, petugas Polri juga melaksanakan tugas di pos pengungsian, termasuk patroli rumah-rumah yang ditinggalkan," ungkap Indra.

Polisi juga mendirikan tujuh titik penyekatan di sekitar TPA Jatiwaringin untuk membatasi akses masyarakat ke lokasi kebakaran.

"Hanya petugas yang terlibat dalam operasi pemadaman, seperti personel pemadam kebakaran, Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, tenaga medis, dan instansi terkait yang diperbolehkan melintas," terang Indra.

Indra menambahkan pihaknya mengerahkan sekitar 25 personel Sat Samapta setiap hari untuk melakukan penyisiran di area kebakaran.

"Kami juga akan menyiapkan sebanyak kurang lebih 25 personel dari jajaran Sat Samapta untuk setiap harinya akan melakukan penyisiran menggunakan motor trail yang sudah kita persiapkan," kata Indra.

Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026, dan hingga kini masih dalam proses penanganan. Operasi pemadaman melibatkan petugas gabungan dengan dukungan alat berat, helikopter water bombing, hingga personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan.

(Whisnu M)