BPS: Sensus Ekonomi Cuma untuk Kepentingan Statistik, Data Masyarakat Pasti Terjaga

Ilustrasi, logo BPS. Foto: dok MI.

BPS: Sensus Ekonomi Cuma untuk Kepentingan Statistik, Data Masyarakat Pasti Terjaga

Husen Miftahudin • 2 July 2026 11:14

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjamin kerahasiaan data masyarakat. Informasi yang dihimpun hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan akan disajikan dalam bentuk data agregat, sehingga identitas setiap responden tetap terlindungi.

Inspektur Utama BPS Dadang Hardiwan menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan data kepada petugas sensus karena BPS memiliki komitmen menjaga kerahasiaan seluruh informasi yang dikumpulkan.

Dadang menjelaskan pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan melalui beberapa metode. Setelah tahap pendataan mandiri secara daring berlangsung pada Mei hingga Juni 2026, BPS melanjutkan pendataan langsung atau door-to-door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang belum mengisi data pada tahap awal.

"Pendataan dilakukan melalui beberapa metode. Setelah tahap pendataan mandiri secara daring berlangsung pada Mei-Juni 2026, BPS melanjutkan pendataan langsung (door-to-door) pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk menjangkau masyarakat yang belum mengisi data," jelas Dadang seperti dikutip dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Dadang, sasaran pendataan tidak hanya terbatas pada pelaku usaha, tetapi juga keluarga. Hal itu karena di lingkungan rumah tangga terdapat berbagai usaha keluarga yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi nasional. Ia menilai pendataan terhadap usaha skala rumah tangga penting untuk mendapatkan gambaran ekonomi yang lebih utuh.
 

Baca juga: BPS: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Pemerintah Kembangkan UMKM dan Tarik Investasi


(Petugas Sensus Ekonomi. Foto: Antara/Dian Hadiyatna)
 

Petugas resmi dilengkapi identitas


Dadang menuturkan seluruh petugas sensus telah dibekali surat tugas resmi dan mengenakan rompi Sensus Ekonomi 2026 sebagai identitas saat menjalankan tugas.

"Seluruh petugas dibekali surat tugas resmi dan mengenakan rompi Sensus Ekonomi 2026 sebagai identitas saat menjalankan pendataan," kata Dadang.

BPS mengimbau masyarakat memastikan petugas yang datang merupakan petugas resmi sebelum memberikan keterangan. Dadang juga menegaskan hasil pendataan tidak akan menampilkan informasi individu karena BPS hanya menyajikan hasil sensus dalam bentuk statistik agregat.

Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima kedatangan petugas resmi dan memberikan data sesuai kondisi sebenarnya agar kualitas data yang dihasilkan semakin akurat.

"Kami berharap masyarakat mengingat pesan ‘TIR’, yakni Terima petugas Sensus Ekonomi, Isi data dengan sebenarnya, dan Rahasia data Anda dijaga oleh BPS sebagai komitmen menjaga kepercayaan publik selama proses pendataan," ucap Dadang.

(Husen Miftahudin)