Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Pemerintah Jaga Rasio Utang 40%, Defisit APBN 3%
Husen Miftahudin • 9 April 2026 11:14
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga rasio utang pada level 40 persen, sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APB) dijaga maksimal di level tiga persen.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah yang diikuti kurang lebih 800 birokrat, jajaran direksi BUMN, dan petinggi TNI, Polri, Kejaksaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
"Bapak Presiden tadi komit rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun Undang-Undang menyiapkan (batas rasio utang) sampai 60 persen (terhadap APBN). Demikian pula juga defisit (APBN) dijaga di level tiga persen. Ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun," kata Airlangga saat jumpa pers selepas mengikuti rapat tersebut, dikutip dari Antara, Kamis, 9 April 2026.
Presiden Prabowo mengumpulkan jajaran menteri sampai dengan pejabat eselon I kementerian/lembaga di halaman tengah Istana untuk memberikan secara langsung taklimat, arahan-arahan, dan mendengar juga paparan dari beberapa menteri terkait sektor-sektor strategis. Rapat tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam.
| Baca juga: Rasio Utang Indonesia Sentuh 40%, Purbaya: Kita Masih Aman! |
Perekonomian Indonesia terjaga
Dalam rapat tersebut, Airlangga menjelaskan sejumlah indikator yang menunjukkan perekonomian Indonesia dalam kondisi baik dilaporkan kepada Presiden, sebagaimana tercermin dalam indeks keyakinan konsumen, purchasing managers index (PMI) manufaktur, cadangan devisa, dan neraca pembayaran Airlangga juga menyampaikan penerimaan pajak yang juga terus bertumbuh.
"Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 (triliun), dan manufaktur juga ekspansif," ungkap dia.
Oleh karena itu, lanjut dia,pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2026 dapat mencapai kisaran 5,5 persen. "Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai (target), tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan lebih besar (atau) sama dengan 5,5 persen," ujar Airlangga.

(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
Stok beras capai 4,6 juta ton
Dalam kesempatan yang sama, Rapat Kerja Pemerintah turut menyoroti kondisi ketahanan pangan nasional yang menunjukkan tren positif. Airlangga mengatakan stok beras Bulog telah mencapai 4,6 juta ton.
"Ketahanan pangan kita juga relatif kuat. Produksi beras di (tahun) 2025 (sebesar) 34,7 (juta ton), dan stok Bulog sebesar 4,6 juta ton," urai dia.
Terlepas dari capaian-capaian tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, salah satunya dengan implementasi program Biodiesel B50, yang diyakini dapat meningkatkan ketahanan anggaran negara.
"Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B50, di mana itu akan meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun," jelas dia.