Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Raup Cuan Lagi, Wall Street Mulai Berani 'Curi' Kilau Harga Minyak
Husen Miftahudin • 10 April 2026 08:37
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), memperpanjang kenaikan karena harga minyak melambat dari level tertinggi intraday setelah pengumuman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang setuju untuk membuka negosiasi langsung dengan Lebanon.
Mengutip Xinhua, Jumat, 10 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 275,88 poin, atau 0,58 persen, menjadi 48.185,80. Indeks S&P 500 bertambah 41,85 poin, atau 0,62 persen, menjadi 6.824,66. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 187,42 poin, atau 0,83 persen, menjadi 22.822,42.
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di wilayah positif, dengan sektor barang konsumsi non-esensial dan industri memimpin kenaikan masing-masing sebesar 2,46 persen dan 1,04 persen. Sektor energi dan perawatan kesehatan adalah satu-satunya yang tertinggal, turun masing-masing sebesar 1,16 persen dan 0,19 persen.
Harga minyak mentah naik di awal sesi perdagangan tetapi kemudian turun dari level tertingginya setelah komentar Netanyahu. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik hingga 8,78 persen, sempat melampaui USD102 per barel, sebelum akhirnya ditutup sekitar empat persen di atas USD98 dolar. Patokan internasional minyak mentah Brent ditutup 1,23 persen lebih tinggi di sekitar USD96 per barel.
| Baca juga: Wall Street Melonjak, Dow Jones Cetak Harian Terbaik |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Ditopang kenaikan saham Meta
Pasar juga mendapat dukungan dari kenaikan lebih dari 2,61 persen pada Meta Platforms setelah perusahaan tersebut meluncurkan model kecerdasan buatan barunya, Muse Spark. Sektor-sektor defensif juga mengalami kenaikan, dengan saham Walmart naik hampir 1,5 persen bersamaan dengan saham-saham sektor utilitas seperti Constellation Energy.
Sementara itu, inflasi inti di Amerika Serikat (AS) tetap di atas target dua persen Federal Reserve pada periode menjelang konflik Iran baru-baru ini. Departemen Perdagangan melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik tiga persen setelah disesuaikan secara musiman pada Februari. Ukuran PCE utama meningkat 2,8 persen.
Dalam perkembangan korporasi, saham ketujuh raksasa teknologi "Magnificent Seven" semuanya berakhir lebih tinggi kecuali Microsoft. Amazon memimpin kelompok tersebut dengan kenaikan 5,6 persen.