Rencana pekerjaan revitalisasi area di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menjadi ruang multifungsi (extended concourse) dan entre (entrance) baru yang akan berlangsung dari 10 April-30 Mei 2026. Foto: ANTARA/HO-PT MRT Jakarta.
MRT Jakarta Revitalisasi Stasiun Bundaran HI, Rekayasa Lalin Disiapkan
Fachri Audhia Hafiez • 13 April 2026 23:00
Jakarta: PT MRT Jakarta (Perseroda) bakal melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan M.H. Thamrin menyusul adanya pekerjaan revitalisasi area Stasiun Bundaran HI Bank DKI. Proyek ini bertujuan untuk membangun ruang multifungsi (extended concourse) serta penambahan akses pintu masuk atau entrance baru di stasiun tersibuk tersebut.
"Manajemen rekayasa lalu lintas akan dilakukan di Jalan M.H. Thamrin sisi barat pada area trotoar. Satu lajur sepeda dan sebagian lajur badan jalan akan terokupansi pagar kerja. Sehingga, lalu lintas yang semula terdiri dari 1 lajur sepeda, 3 lajur reguler, dan 1 lajur TransJakarta akan menjadi tiga lajur mixed traffic," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Senin, 13 April 2026.
Rendy menjelaskan, waktu pelaksanaan rekayasa ini dimulai sejak Jumat, 10 April, hingga Sabtu, 30 Mei 2026. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah untuk membuka potensi interkoneksi dengan area komersial di sekitar jantung ibu kota.
"Dalam perencanaannya, akan dibangun ruang multifungsi dan tambahan tiga entre baru, yaitu dua entre di sisi barat stasiun dan satu entre di sisi timur stasiun," katanya.
Pintu masuk baru tersebut nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas tangga, eskalator, hingga elevator guna memudahkan akses penumpang menuju area pejalan kaki di sisi kiri dan kanan Jalan M.H. Thamrin. Area ini juga akan terintegrasi melalui lift di Halte Transjakarta Bundaran HI. Selain itu, MRT Jakarta juga akan membangun menara penyejuk dan ventilasi (cooling and ventilation tower).
"Penyelesaiannya ditargetkan pada pertengahan tahun 2027 mendatang," ucap Rendy.
Pengembangan ini sejalan dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD) untuk menjadikan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sebagai pusat kawasan berorientasi transit. Rendy memaparkan bahwa stasiun yang berada 18 meter di bawah tanah ini melayani rata-rata 450 hingga 500 ribu pelanggan setiap bulan.
.jpg)
Ilustrasi MRT. Foto: Media Indonesia/Susanto.
"Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta yang kedalamannya mencapai 18 meter di bawah permukaan tanah ini merupakan salah satu stasiun tersibuk di fase 1 lin utara selatan dengan rata-rata pelanggan mencapai sekitar 450-500 ribu pelanggan setiap bulan," jelasnya.
Jumlah tersebut diprediksi akan terus melonjak saat Fase 2A lin utara-selatan segmen 1 (Bundaran HI—Monas) resmi beroperasi. Rendy menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah antisipasi menyambut operasional fase lanjutan.
"Pembangunan ruang multifungsi dan entre baru ini sebagai persiapan operasional fase 2A segmen 2 hingga Kota yang ditargetkan pada 2029," ucap dia.