Ilustrasi Pexels
Iran-AS Gencatan Senjata, Simak Capaian dan Definisi Gencatan Senjata
Muhamad Marup • 8 April 2026 22:13
Jakarta: Iran dan Amerika Serikat sepakat melakukan gencatan senjata selama 2 pekan. Rencananya, mediasi pertama akan dilakukan pada 10 April 2026 di Pakistan.
Mengutip Ceasefire Guidance yang diterbitkan UN Peacemaker tahun 2022, gencatan senjata bukan hanya tentang menghentikan pertempuran antara pihak-pihak yang bertikai. Dari sudut pandang politik, gencatan senjata merupakan dasar bagi perundingan perdamaian yang inklusif dan komprehensif.
Tidak ada ketentuan pasti terkait capaian tiap gencatan senjata. Meski demikian, terdapat poin-poin umum yang bisa dicapai pihak-pihak yang berkonflik sebagai berikut ini:
• berupa perjanjian tertulis formal antara dua atau lebih pihak yang berkonflik
• menjabarkan tujuannya dan keterkaitannya secara luas dengan proses politik
• menentukan tanggal dan waktu berlakunya (dan berpotensi menetapkan berapa lama akan tetap berlaku atau kapan akan ditinjau)
• mendefinisikan wilayah geografis tempat berlakunya
• menguraikan kegiatan militer dan non-militer yang dilarang dan diizinkan
• menjelaskan modalitas untuk memantau dan memverifikasi kepatuhan para pihak terhadap perjanjian atau, dalam situasi di mana pemantauan dan verifikasi yang rumit tidak memungkinkan, menetapkan prosedur untuk koordinasi dasar, penyelesaian sengketa, dan deeskalasi di antara para pihak.
Dalam definisi ini ini terdapat dua jenis gencatan senjata. Meski demikian, dua jenis ini bisa berdiri sendiri atau merupakan suatu proses.
Gencatan Senjata Awal
Gencatan senjata awal atau preliminary ceasefires dapat dimulai sebelum, bersamaan dengan, atau setelah dimulainya proses perdamaian formal yang lebih luas. Meski demikian, gencatan senjata ini tidak selalu menjadi prasyarat untuk proses perdamaian.
Gencatan senjata awal biasanya bertujuan untuk mengurangi kekerasan, meringankan krisis kemanusiaan, mendorong lingkungan yang lebih kondusif untuk negosiasi, dan membuka jalan bagi gencatan senjata definitif.
Dalam beberapa kasus, pihak-pihak yang berkonflik atau pihak-pihak yang merusak perdamaian mungkin berupaya memanfaatkan gencatan senjata sementara untuk memperkuat posisi mereka di lapangan. Jika dirancang dengan benar, perjanjian dapat membatasi risiko tersebut.

Ilustrasi Amerika Serikat-Iran. Sumber Anadolu
Gencatan Senjata Definitif
Gencatan senjata definitif (permanen) atau definitive ceasefires biasanya merupakan hasil dari proses politik yang berhasil, di mana para pihak telah mencapai kesepakatan mengenai semua aspek negosiasi perdamaian. Gencatan senjata ini tidak selalu didahului oleh gencatan senjata awal.
Selain isu-isu lain, gencatan senjata definitif membahas pengaturan keamanan yang lebih luas. Dalam kebanyakan kasus, fase aktif gencatan senjata definitif berakhir dengan pelucutan senjata atau demobilisasi pasukan yang diidentifikasi, tetapi pengaturan keamanan lanjutan dapat tetap berlaku selama bertahun-tahun setelah perjanjian ditandatangani.
Gencatan senjata definitif terkait erat dengan dimensi politik, sosial, dan ekonomi dari perjanjian perdamaian yang lebih luas.