2,4 Juta Wisatawan Kunjungi Kota Tua Sepanjang 2025

Ilustrasi Kota Tua, DKI jakarta. Foto: Dok. MI.

2,4 Juta Wisatawan Kunjungi Kota Tua Sepanjang 2025

Anggi Tondi Martaon • 20 January 2026 23:39

Jakarta: Sebanyak 2.413.445 wisatawan telah mengunjungi kawasan wisata Kota Tua sepanjang 2025. Pengunjung didominasi wisawatan lokal yang berjumlah 2.346.426 orang.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, menyampakan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 67.019 orang. Menurut dia, ada peningkatan kunjungan ke kawasan wisata yang berada di Jakarta Barat (Jakbar) tersebut.

“Tren kunjungan menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya,” kata Denny dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Denny, tingginya jumlah pengunjung turut dipengaruhi beragam kegiatan. Sehingga menjadi daya tarik utama yang mendorong masyarakat untuk datang kembali ke Kota Tua.

“Selain itu, kepastian layanan bagi pengunjung juga menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman selama berwisata,” ungkap Denny.

Denny menjelaskan, Kota Tua Jakarta rutin menghadirkan berbagai aktivitas berbasis seni, budaya, sejarah, dan komunitas yang terbuka untuk publik dalam beberapa waktu terakhir.

Penataan kawasan yang lebih tertib, penguatan fungsi museum, ruang publik yang ramah pengunjung, serta peningkatan koordinasi layanan antarpengelola turut berkontribusi dalam menjaga kualitas pengalaman wisata.

Pertunjukan cahaya drone pada perayaan pergantian tahun di Kota Tua, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

“Upaya ini sejalan dengan pendekatan pengelolaan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada keberlanjutan dan kualitas layanan,” sebut Denny.

Dia berharap tren positif ini dapat terus terjaga melalui konsistensi aktivasi kawasan dan peningkatan layanan publik dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

“Dengan dukungan berbagai pihak, Kota Tua diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang interaksi budaya yang hidup dan relevan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara,” ujar Denny.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)