Diborong Broker Rp104 Miliar, Saham RMKE Meroket 32%

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Diborong Broker Rp104 Miliar, Saham RMKE Meroket 32%

Husen Miftahudin • 20 January 2026 15:15

Jakarta: Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan kenaikan signifikan sejak awal 2026. Berdasarkan data perdagangan, harga saham RMKE telah naik 32 persen secara year to date (ytd) dari kisaran Rp5.950 per saham di awal Januari 2026, dan saat ini menjadi Rp7.875 per saham atau berada di level all time high (ATH).
 
Dibalik pergerakan harga tersebut terdapat sejumlah broker yang juga meramaikan aksi akumulasi RMKE di pasar reguler. Henan Putihrai Sekuritas (HP) tercatat menjadi broker paling agresif dengan net buy sekitar Rp59,8 miliar.
 
Sementara itu, sejumlah broker lainnya secara kolektif membukukan net buy dengan total sekitar Rp104 miliar, yang turut memperkuat momentum kenaikan saham RMKE sejak awal tahun.
 
Henan Putihrai Sekuritas tercatat konsisten melakukan akumulasi RMKE. Dalam periode 1–15 Januari 2026, broker berkode HP mengoleksi sekitar 91.716 lot saham RMKE dengan harga rata-rata Rp6.506 per saham
 
Secara ytd, Henan Putihrai Sekuritas tercatat paling agresif melakukan akumulasi bersih pada sejumlah emiten yang kerap dikaitkan dengan konglomerat Prajogo Pangestu serta Happy Hapsoro.
 
Aktivitas akumulasi Henan Putihrai dinilai mencerminkan minat investor institusi pada emiten-emiten di sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur yang berada dalam ekosistem bisnis kedua konglo tersebut Apabila tren akumulasi ini berlanjut, maka Henan Putihrai berpeluang terus menambah porsi kepemilikannya di saham-saham strategis tersebut.
 
Hal ini dapat mencerminkan keyakinan investor institusi terhadap prospek jangka menengah hingga panjang saham RMKE dan saham lain di sektor energi sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan volume logistik batu bara dan optimisme atas target produksi 2026.
 

Baca juga: Harga Saham RMKE Diyakini Bisa Tembus Rp10 Ribu/Lembar


(Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Medcom.id)
 

Harga saham diyakini tembus Rp10 ribu

 
Dalam laporan riset terbaru bertajuk "On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow", Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY (BELI) dan menaikkan target harga (Target Price/TP) saham RMKE menjadi Rp10.000 per lembar saham.
 
Optimisme ini disampaikan dalam laporan riset terbaru setelah tim analis melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas operasional RMKE di Sumatra Selatan untuk melihat langsung alur logistik batu bara perseroan.
 
Kunjungan tersebut memberikan insight mendalam mengenai integrasi proses dari pembongkaran kereta api di Stasiun Simpang hingga pengangkutan hilir di Pelabuhan Musi 2. Sinarmas Sekuritas menilai infrastruktur RMKE memiliki kapasitas besar yang belum terpakai (latent capacity), yang memungkinkan pertumbuhan volume signifikan tanpa belanja modal (capex) besar di masa depan.
 
Fasilitas Stasiun Simpang yang efisien memiliki 5 jalur pembongkaran dengan kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton per tahun. Dengan realisasi volume bongkar sekitar sembilan juta ton pada 2025, tingkat utilisasi saat ini baru mencapai 30 persen.
 
"Hal ini menunjukkan ruang pertumbuhan yang luas untuk menyerap peningkatan volume batu bara di masa mendatang," ungkap laporan riset tersebut, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
 
Kapasitas angkutan dengan jalan khusus (hauling road) sepanjang 8 km mampu mengangkut sekitar 15,1 juta ton batu bara per tahun, sejalan dengan target manajemen untuk 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)