Ilustrasi World Economic Forum (WEF). Foto: Trendsresearch.org
WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke Indonesia
Husen Miftahudin • 20 January 2026 11:18
Jakarta: ?Center of Economic and Law Studies (Celios) menegaskan World Economic Forum (WEF) Davos 2026 merupakan momentum strategis bagi Indonesia untuk menarik investasi hijau dan memperkuat kerja sama global di sektor berkelanjutan.
??Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyatakan gelaran WEF Davos, Swiss, 19-23 Januari 2026 merupakan panggung strategis bagi Pemerintah Indonesia untuk memasarkan agenda transisi energi dan pembangunan hijau kepada investor global, termasuk kalangan filantropi internasional.
?Menurut Bhima, pemerintah dapat memanfaatkan forum tersebut untuk membuka dialog dengan lembaga filantropi agar tertarik berkontribusi pada sektor-sektor yang selama ini masih minim pembiayaan, seperti transisi energi, perlindungan hutan, dan layanan kesehatan.
"?Di ajang Davos pemerintah bisa membuka dialog agar filantropi banyak tertarik masuk ke sektor yang selama ini kurang pembiayaan. Sebagai contoh filantropi di sektor transisi energi, perlindungan hutan hingga kesehatan bisa diajak berkontribusi," jelas Bhima dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
Selain filantropi, Bhima menilai para pelaku usaha global yang hadir di Davos juga menunjukkan ketertarikan kuat terhadap peta jalan hilirisasi industri dan ketahanan energi Indonesia. ??Kejelasan arah kebijakan tersebut dinilai penting olehnya untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap komitmen Indonesia dalam membangun ekonomi hijau.
| Baca juga: Energi hingga Manufaktur Jadi Daya Tarik Investasi Indonesia di WEF |
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Pexels)
Perkuat kerja sama internasional
?Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, Bhima menekankan Indonesia perlu tampil menawarkan solusi melalui penguatan kerja sama internasional.
?Ia menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Davos harus dimanfaatkan tidak hanya lewat pidato utama, tetapi juga melalui pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara dan pelaku usaha dunia guna membuka peluang ekspor serta investasi baru.
?Lebih lanjut, Bhima menyebut sektor energi terbarukan dan ekosistem baterai sebagai peluang utama investasi hijau yang dapat ditangkap Indonesia di forum WEF. ?Namun, ia mengingatkan pentingnya memastikan setiap komitmen investasi ditindaklanjuti secara konkret agar benar-benar terealisasi.
"?Yang terpenting setelah komitmen investasi tercapai, berikutnya adalah membentuk tim tindak lanjut sehingga jadi realisasi investasi," kata dia.
?Sebagai contoh, Bhima menekankan ketertarikan investor terhadap proyek panel surya terapung perlu segera disambut dengan kerja sama konkret bersama badan terkait, agar peluang investasi hijau yang muncul di Davos tidak berhenti pada tahap komitmen semata.