Energi hingga Manufaktur Jadi Daya Tarik Investasi Indonesia di WEF

Ilustrasi World Economic Forum (WEF). Foto: dok WEF.

Energi hingga Manufaktur Jadi Daya Tarik Investasi Indonesia di WEF

Husen Miftahudin • 19 January 2026 12:27

Jakarta: Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan sektor prioritas Indonesia seperti energi, pangan, dan manufaktur berpotensi besar diminati investor pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swis.

Esther menyatakan proyeksi arus investasi ke Indonesia ke depan mengarah pada sektor-sektor strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan global. Menurut dia, sektor energi menjadi salah satu fokus utama, seiring komitmen pemerintah terhadap transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.

"Indonesia saat ini sangat membutuhkan investasi di sektor transisi energi, energi terbarukan, serta industri hijau. Apalagi Presiden telah mencanangkan proyek pengembangan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt (GW)," ungkap Esther, dikutip dari Antara, Senin, 19 Januari 2026.

Selain energi, sektor pangan juga dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor. Esther menekankan pentingnya investasi di sektor ini untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional, sekaligus mendorong pertumbuhan industri padat karya. Sektor potensial berikutnya adalah manufaktur, khususnya pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Esther menyebut penguatan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai salah satu peluang utama yang bisa ditawarkan Indonesia di forum internasional tersebut. Di samping itu, industri tekstil juga mulai kembali dirawat dan dikembangkan agar tetap kompetitif di panggung internasional.

Ia turut menggarisbawahi langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk lebih menarik minat investor di ajang WEF Davos yang diselenggarakan 19-23 Januari 2026 tersebut yakni dengan cara memberikan insentif yang fleksibel.

"Investor akan tertarik jika insentif yang diberikan bersifat customize. Pendekatannya harus lebih personal, tidak hanya lewat forum besar," ucap dia.

Ia menambahkan pemerintah juga perlu menyiapkan peta jalan dan rencana bisnis yang jelas dan terukur. Ini penting untuk meyakinkan investor mengenai manfaat menanamkan modalnya di Indonesia.
 
Baca juga: Rosan: Partisipasi di WEF Perkuat Daya Saing Indonesia di Mata Dunia


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Pacu daya saing


Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebutkan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi konsisten diplomasi ekonomi RI di tingkat internasional untuk memacu daya saing.

Pemerintah, kata Rosan, menegaskan komitmen untuk menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif sebagai fondasi peningkatan daya saing nasional.

Dalam forum tersebut, Indonesia kembali mengusung pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi antara pemerintah, pengelola aset negara dan dunia usaha.

Kehadiran Indonesia Pavilion dengan tema Indonesia Endless Horizons menjadi wadah promosi investasi terpadu sekaligus penegasan keseriusan Indonesia dalam membangun narasi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, Indonesia juga akan menggelar Indonesia Night sebagai ruang diplomasi ekonomi informal yang mempertemukan pemimpin dunia, investor global dan pelaku usaha internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)