Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Penyebab Longsor Cisarua Bandung Barat
Roni Kurniawan • 24 January 2026 16:24
Bandung Barat: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkap dugaan sementara penyebab terjadinya longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Longsor tersebut telah mengakibatkan delapan orang meninggal dunia serta puluhan warga lainnya hilang.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan hasil pengamatan awal di lokasi menunjukkan adanya alih fungsi lahan. Kawasan yang sebelumnya merupakan hutan atau kebun dengan tanaman keras, kini berubah menjadi lahan pertanian palawija.
"Kawasan ini dulunya ditanami tanaman keras. Namun saat ini sebagian besar sudah menjadi kebun palawija. Ketika hujan deras turun, ditambah adanya aliran air meskipun kecil, sangat dimungkinkan terjadi bendungan alami dari batu dan kayu yang kemudian jebol," ujar Herman saat meninjau lokasi longsor, Sabtu, 24 Januari 2026.
Herman menjelaskan, kondisi tersebut diduga memicu terjadinya banjir bandang yang disertai longsor di kawasan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti bencana masih menunggu hasil kajian mendalam dari tim ahli.
"Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami akan menunggu pendalaman lebih lanjut dari para ahli untuk memastikan penyebab utamanya," tutur Herman.

Kondisi pengungsian sementara di Kantor Desa Pasirlungu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2027). ANTARA/Ilham Nugraha
Pemprov Jabar saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan tim SAR untuk penanganan darurat serta pencarian warga yang dilaporkan hilang. Berdasarkan data sementara, sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara sekitar 82 orang lainnya masih dalam pencarian.