Ilustrasi MBG. Foto: Dok. Antara.
BGN Diminta Jaga Kesegaran Menu MBG Saat Ramadan
Rona Marina Nisaasari • 20 January 2026 16:39
Jakarta: Komisi IX DPR menegaskan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan penggunaan bahan baku segar dan menghindari segala bentuk bahan pengawet. Menjelang bulan Ramadan, legislator menyoroti pentingnya menjaga kualitas nutrisi serta keamanan pangan agar makanan tetap layak konsumsi saat didistribusikan kepada masyarakat.
“Yang pasti bukan makanan yang mengandung bahan pengawet. Itu tidak boleh. Makanan yang harus fresh. Fresh loh ya, dari bahan baku, fresh loh. Bukan bahan baku yang sudah diawetkan, walaupun tahan 12 jam,” ujar Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Irma memperingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) agar lebih cermat mengatur waktu produksi guna menjamin kesegaran hidangan. Ia menyoroti risiko penurunan kualitas makanan jika jeda antara waktu memasak dan waktu distribusi terlalu lama, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa di bulan Ramadhan nanti.
“Jangan sampai dia masaknya jam 12 malam, didistribusikan misalnya untuk sore. Loh enggak bisa, ya harusnya dia masaknya jam 12 siang,” pungkas Irma.
Selain aspek kesegaran, Komisi IX juga mengevaluasi efektivitas distribusi MBG pada masa libur sekolah yang dinilai masih belum mencapai target maksimal. Irma memastikan seluruh anggota Komisi IX akan turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG).

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.
“Di masa libur sekolah, di masa puasa. Ini juga distribusinya di masa libur kemarin, menurut kami ini masih belum sesuai target. Jadi itu dulu beresin. Untuk puasa ini kan kita harus lebih kenceng lagi evaluasinya. Untuk itu kami Komisi IX bersepakat ya, kami akan melakukan evaluasi ke seluruh SPPG di dapil kami masing-masing tentunya. Nah itu nanti akan kami laporkan,” tegas Irma.