Nelayan Diminta Tak Dekati Kawasan Gunung Anak Krakatau

Nelayan pesisir selatan Lebak, Banten siap melaut, meski kondisi Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga Level III dengan rekomendasi radius tiga kilometer dari puncak gunung. ANTARA/Mansur

Nelayan Diminta Tak Dekati Kawasan Gunung Anak Krakatau

Silvana Febiari • 8 July 2026 21:46

Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta nelayan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda bagian utara. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi risiko terdampak lontaran batu pijar akibat aktivitas erupsi gunung.

"Kami minta nelayan, masyarakat, dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan erupsi GAK itu," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026. 

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), nelayan pesisir selatan mulai Pantai Binuangeun, Panggarangan, Bayah dan Cihara direkomendasikan diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawasan GAK itu. Status GAK di Perairan Selat Sunda bagian utara siaga level III dari sebelumnya waspada level II.


Masyarakat di pesisir selatan Lebak, termasuk wisatawan, diimbau tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Jika menerima informasi terkait erupsi GAK, masyarakat diminta mengonfirmasinya kepada PVMBG, BMKG, atau BPBD agar terhindar dari informasi bohong (hoaks).

"Kami menerima laporan kondisi pantai selatan relatif aman, meski adanya peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau," jelasnya. 


Gunung Anak Krakatau yang masih mengeluarkan asap dari puncak berdasarkan pengamatan petugas PVMBG Badan Geologi di Lampung Selatan, Lampung, Rabu petang, 8 Juli 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi


Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat pesisir Labuan dan Carita Pandeglang yang jaraknya 42 kilometer dari Gunung Anak Krakatau masih melakukan aktivitas seperti biasa. Masyarakat dan nelayan yang tinggal di pesisir laut barat Banten mengaku tidak panik jika Gunung Anak Krakatau kembali aktif.

"Kami sudah terbiasa dengan aktivitas Anak Gunung Krakatau yang terjadi hampir setiap tahun," ujar Agus, seorang warga Labuan Pandeglang.

(Silvana Febiari)