unung Anak Krakatau yang masih mengeluarkan asap dari puncak berdasarkan pengamatan petugas PVMBG Badan Geologi di Lampung Selatan, Lampung, Rabu petang, 8 Juli 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi
Status Siaga, Asap Tebal dan Getaran Tremor Masih Selimuti Gunung Anak Krakatau
Silvana Febiari • 8 July 2026 20:39
Lampung Selatan: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Gunung api yang berada di perbatasan Lampung Selatan, Lampung, dan Banten tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi Deny Mardiono mengatakan aktivitas visual maupun kegempaan di gunung api aktif tersebut masih terus terekam.
"Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10 sampai 100 meter di atas puncak kawah," kata Deny, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Berdasarkan hasil periode pengamatan pada hari ini, mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, embusan asap dari dalam kawah aktif teramati membubung hingga ketinggian puluhan meter.
Dari sisi kegempaan, otoritas pemantauan vulkanik mendeteksi adanya aktivitas tremor menerus atau microtremor. Hal ini mengindikasikan adanya pergerakan magma atau fluida di dalam tubuh gunung.
Rekaman seismogram di pos pengamatan menunjukkan adanya aktivitas gempa tremor Gunung Anak Krakatau. Getaran tercatat memiliki amplitudo 1 hingga 15 milimeter dengan amplitudo dominan sebesar 5 milimeter.
Sementara kondisi meteorologi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang berketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut dalam kondisi cerah dan berawan.
Suhu udara di area tersebut berkisar antara 27,1 hingga 31,9 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55 sampai 65 persen. Tiupan angin lemah yang bergerak mengarah ke utara dan barat laut.

unung Anak Krakatau yang masih mengeluarkan asap dari puncak berdasarkan pengamatan petugas PVMBG Badan Geologi di Lampung Selatan, Lampung, Rabu petang, 8 Juli 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi
Meskipun aktivitas kegempaan dan visual embusan asap terus terjadi di atas puncak kawah, namun kondisi permukaan atau ombak laut di perairan sekitar terpantau dalam keadaan tenang.
Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
"Rekomendasi bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," ujar dia.