Penemuan stupa candi Buddha di Boyolali, Jawa Tengah. Istimewa
Warga Boyolali Temukan Stupa Berbentuk Candi Buddha
Triawati Prihatsari • 25 May 2026 21:23
Boyolali: Seorang warga Boyolali bernama Sopan menemukan benda yang diduga berbentuk stupa dari candi Buddha. Temuan tersebut muncul ketika Sopan, warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, tengah mengerjakan lahan untuk membuka akses jalan menuju kandang sapi miliknya pada Kamis, 14 Mei 2026.
Saat meratakan tanah dengan menggunakan alat berat, Sopan tiba-tiba menemukan batu berbentuk stupa dalam kondisi miring.
"Untuk menjaga agar struktur temuan tersebut tidak rusak, saya berinisiatif mencari tambang untuk mengangkatnya secara manual dan penuh kehati-hatian," ujar Sopan di Boyolali, Senin, 25 Mei 2026.
Awalnya, ia menemukan bagian bawah stupa yang disebut dengan lapik. Beberapa hari kemudian, setelah dilakukan penggalian kembali, stupa tersebut akhirnya ditemukan. Pada saat diangkat, objek tersebut masih tertutup tanah. Sopan kemudian membersihkannya secara manual perlahan-lahan. Ia menyadari benda temuannya merupakan benda bersejarah. Karena itu, ia memutuskan untuk tidak mengubah dan merusak area di sekitar lokasi penemuan.
"Saya dihubungi oleh rekan yang memahami tentang sejarah. Rekan tersebut membahas keterkaitan temuan ini dengan peninggalan Buddha, hingga akhirnya informasi ini dibagikan kepada publik," beber Sopan.
Sementara itu, Tim Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin, membenarkan adanya temuan benda yang diduga sebagai stupa Candi Buddha tersebut. Menurutnya, objek yang ditemukan diduga masih memiliki keterkaitan dengan prasasti yang pernah ditemukan sebelumnya di lokasi yang sama.
"Ketinggiannya mencapai 1,25 meter dan diameternya 1,30 meter. Dari struktur bentuk bangunannya, ini adalah bangunan berciri agama Buddha, berbentuk tabung seperti mangkuk yang tertutup, dan di bagian bawahnya juga terdapat prasasti Buddhis. Di sekitar sini banyak sekali ditemukan objek yang diduga sebagai cagar budaya, baik itu lapik, fragmen prigen, dan lain sebagainya," ungkap Farid.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Sunardi, menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali sebenarnya telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) tentang cagar budaya. Namun, standar operasional prosedur (SOP) untuk penanganan temuan cagar budaya masih dalam proses penyusunan.
"Di Boyolali sudah ada Perda dan Perbup tentang cagar budaya, tetapi belum ada SOP untuk penanganannya. Jadi, kami sedang dalam proses merancang SOP agar ke depannya penanganan benda cagar budaya bisa lebih terarah," terang Sunardi.