Candi Borobudur Dibuka hingga Pukul 14.00 saat Waisak

Candi Borobudur. (MI/Ramdani)

Candi Borobudur Dibuka hingga Pukul 14.00 saat Waisak

Whisnu Mardiansyah • 24 May 2026 12:33

Magelang: Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur, mengumumkan kegiatan pariwisata di kawasan Candi Borobudur tetap berlangsung hingga pukul 14.00 WIB pada hari pelaksanaan upacara Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026.

"Selepas waktu itu, para wisatawan akan diarahkan untuk keluar dari kawasan guna persiapan rangkaian ibadah serta puncak acara perayaan Waisak," ucapnya di Magelang, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Minggu, 24 Mei 2026.

Ia menerangkan pembatasan akses ini diberlakukan untuk menyukseskan kelancaran prosesi keagamaan umat Buddha. Pada hari tersebut, pengunjung hanya diizinkan berada di area halaman candi dan tidak diperbolehkan menaiki bangunan utama candi.

"Secara operasional, kami tetap buka sampai pukul dua siang. Setelah pukul dua siang, kami akan mulai mengimbau para pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami akan menyiapkan rangkaian acara Waisak. Untuk naik ke atas candi juga tidak diperbolehkan pada hari itu, pengunjung hanya bisa sampai di area halaman saja," paparnya.
 


Sementara itu, Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, menyampaikan bahwa pada tahun ini jumlah lentera perdamaian yang akan diterbangkan mencapai 2.570 buah. Angka ini bertambah satu buah dibandingkan tahun sebelumnya, yang dimaknai sebagai lambang keberuntungan dan doa baik.

"Setiap tahun, kami selalu menambah satu lentera supaya semakin membawa hoki. Tahun ini jumlahnya mencapai 2.570 lentera perdamaian," tuturnya.


Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (YouTube)

Fatmawati juga mengungkapkan bahwa atraksi drone akan menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak tahun ini. Sebanyak 570 unit drone akan diterbangkan menghiasi cakrawala malam di kawasan Candi Borobudur. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 450 drone.

"Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570 drone. Jumlah ini mengambil tiga digit terakhir dari tahun Buddhis," jelasnya.

Menurut Fatmawati, gelaran Waisak di Candi Borobudur setiap tahunnya menjadi daya tarik besar bagi wisata religi dan budaya, yang mampu menyedot ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dalam negeri hingga mancanegara.

(Whisnu M)