Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: ANTARA/HO-PDIP.
PDIP Minta BRIN dan Universitas Kaji Pembangunan Semesta Soekarno
Fachri Audhia Hafiez • 1 June 2026 16:13
Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama seluruh perguruan tinggi untuk mengkaji kembali Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Konsep era Presiden Soekarno tersebut dinilai penting untuk dijadikan referensi dan kompas pembangunan masa depan Indonesia.
“BRIN bersama perguruan tinggi Indonesia dapat mengkaji Pola Pembangunan Semesta Berencana ini secara saintifik untuk melihat bagian-bagian yang masih relevan sebagai kompas pembangunan masa depan bangsa,” ujar Hasto saat berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.
Hasto menjelaskan bahwa visi geopolitik Soekarno sangat visioner dengan menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penting di Samudra Hindia dan kawasan Pasifik. Blue print tersebut dituangkan dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang dirancang oleh lebih dari 600 doktor dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam konsep tersebut, perguruan tinggi ditempatkan pada posisi yang sangat sentral sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan atau City of Intellect untuk menopang pembangunan nasional.
Hasto mencontohkan, Universitas Gadjah Mada (UGM) diarahkan menjadi poros pengembangan ilmu terkait Pancasila, demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan. Sementara itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) diproyeksikan sebagai pusat pengembangan kedaulatan pangan nasional.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat.
Di sisi lain, Hasto memaparkan pentingnya memberikan ruang dan dukungan penuh terhadap inovasi yang lahir dari rahim masyarakat. Ia menilai, iklim kreativitas warga tidak boleh terhambat oleh kebijakan atau penegakan hukum yang kaku.
“Dalam rapat DPP yang lalu, Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) menyampaikan kekhawatirannya ketika masyarakat berinovasi dalam pengembangan benih, tetapi justru berhadapan dengan proses hukum. Hal itu tidak mendukung iklim inovasi,” kata Hasto.
Menurut Hasto, seluruh koridor strategis dalam konsep pembangunan masa lalu tersebut selalu menempatkan institusi pendidikan tinggi pada peran yang sangat vital. "Ini dari Ibu Megawati Soekarnoputri," jelas Hasto.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung ini dipimpin langsung oleh Hasto Kristiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara. Agenda khidmat tersebut turut dihadiri oleh deretan tokoh nasional dan elite PDIP seperti Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini, hingga Yasonna Laoly. Adapun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memantau dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara daring.