Rusia Ancam Serangan Baru ke Kyiv Ukraina, Menlu AS Tawarkan Mediasi

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (EFE)

Rusia Ancam Serangan Baru ke Kyiv Ukraina, Menlu AS Tawarkan Mediasi

Muhammad Reyhansyah • 26 May 2026 17:07

New Delhi: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan Washington tetap siap menjadi mediator dalam perang Rusia-Ukraina di tengah meningkatnya ancaman Moskow terhadap Kyiv.

Pernyataan itu disampaikan Rubio setelah Rusia mengancam melancarkan serangan baru ke ibu kota Ukraina dan meminta diplomat asing meninggalkan kota tersebut.

"Setiap kali terjadi serangan besar dari salah satu pihak, itu menjadi pengingat mengapa perang ini begitu mengerikan dan harus segera diakhiri," kata Rubio kepada wartawan saat kunjungan resmi ke India, Selasa, 26 Mei 2026.

Rubio mengatakan AS siap membantu dengan segala cara untuk memfasilitasi berakhirnya perang.

"AS siap dan bersedia membantu apa pun yang kami bisa untuk memfasilitasi berakhirnya perang ini, dan kami berharap peluang itu akan muncul pada suatu titik," ujarnya.

Serangan Sistematis Rusia

Melansir Hurriyet Daily News, ancaman terbaru Rusia muncul setelah Moskow meluncurkan serangan besar ke Ukraina akhir pekan lalu, termasuk menggunakan rudal hipersonik Oreshnik.

Menurut Rusia, rudal tersebut mampu melaju hingga 10 kali kecepatan suara dan dapat membawa hulu ledak nuklir. Serangan Rusia itu menewaskan empat orang dan menyebabkan kerusakan luas di Kyiv.

Sementara itu, serangan Rusia semalam di Odesa menewaskan seorang pria berusia 45 tahun, menurut pejabat regional Sergii Krasylenko.

Moskow mengatakan serangan tersebut merupakan balasan atas tuduhan bahwa Ukraina menyerang sekolah kejuruan di wilayah Lugansk yang diduduki Rusia hingga menewaskan 21 orang.

Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian memerintahkan militernya melakukan pembalasan.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut angkatan bersenjata Rusia kini mulai melancarkan serangan sistematis terhadap fasilitas industri militer Ukraina di Kyiv. Rusia juga mengatakan target serangan mencakup pusat pengambilan keputusan dan pos komando militer.

Selain itu, Moskow memperingatkan warga asing, termasuk staf diplomatik dan organisasi internasional, agar segera meninggalkan Kyiv.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahkan disebut menyampaikan langsung peringatan tersebut kepada Rubio dalam percakapan telepon pada Senin.

Barat dan Ukraina Tolak Ancaman Moskow

Rubio mengatakan Rusia tidak hanya mengirim pemberitahuan kepada Kedutaan Besar AS, tetapi kepada seluruh misi diplomatik asing di Kyiv.

Rusia sebelumnya juga pernah mengeluarkan ancaman serupa awal bulan ini ketika memperingatkan akan menyerang pusat Kyiv jika Ukraina mengganggu parade militer di Lapangan Merah Moskow.

Namun, sejumlah negara Barat menolak ancaman tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan negaranya sudah terbiasa dengan ancaman Presiden Vladimir Putin dan tidak akan melakukan evakuasi. Duta Besar Uni Eropa untuk Kyiv juga menegaskan pihaknya tidak akan meninggalkan Ukraina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menyebut ancaman Rusia hanya sebagai retorika.

"Kami sekarang mengatakan kepada mitra kami agar tidak menyerah terhadap pemerasan Rusia," katanya.

Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022 dan konflik tersebut berkembang menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Upaya perundingan damai yang dipimpin AS dalam beberapa bulan terakhir disebut terhambat akibat konflik di Timur Tengah.

Baca juga:  Rusia Umumkan Serangan Sistematis ke Sejumlah Target Militer di Kyiv Ukraina

(Willy Haryono)