Satu-satunya di Asia Tenggara, Gorila Jadi Primadona Liburan di Ragunan

Pengunjung melihat koleksi gorila di Taman Margasatwa Ragunan. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Satu-satunya di Asia Tenggara, Gorila Jadi Primadona Liburan di Ragunan

Rifda Muthia Zahra • 28 May 2026 12:49

Jakarta: Taman Margasatwa Ragunan mencatat primata Gorila menjadi salah satu daya tarik utama yang paling diburu oleh wisatawan pada momen libur Iduladha 1447 Hijriah. Keberadaan satwa langka tersebut dinilai sangat istimewa karena Ragunan menjadi satu-satunya kebun binatang di kawasan Asia Tenggara yang memiliki koleksi gorila.

”Gorila kenapa jadi favorit karena ada satu-satunya di Ragunan untuk Indonesia sendiri, hanya ada di sini. Itu juga untuk kawasan Asia Tenggara juga hanya Ragunan yang memiliki gorila," ujar Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Wahyudi pada Metrotvnews.com, Kamis 28 Mei 2026. 

Daya tarik gorila terbukti sukses mendongkrak minat masyarakat untuk berkunjung. Di mana total pengunjung Ragunan pada hari libur ini diprediksi mampu menembus angka 15 ribu hingga 20 ribu orang.

"Di liburan ini kita akan adakan keeper talk ya. Jadi zoo keeper kami akan memberikan edukasi secara langsung kepada para pengunjung yang menyaksikan pemberian makan satwa-satwa tertentu. Nah biasanya yang paling ramai di gorila," ungkap Bambang.

Antusiasme tinggi penonton biasanya memuncak saat memasuki sesi jadwal pemberian makan satwa (feeding time) yang dipadukan dengan program keeper talk. Pada momen tersebut, para pengunjung dapat melihat lebih dekat saat gorila makan sekaligus mendapatkan edukasi langsung dari petugas yang merawat.


Papan informasi satwa gorila di Taman Margasatwa Ragunan. Foto: Metro TV/Rifda.

Meskipun interaksi pada sesi pemberian makan ini sangat diminati, pengunjung dilarang memberikan makan ke dalam kandang Gorila. Aturan ini diterapkan demi menjaga keselamatan pengunjung serta memastikan asupan makanan yang masuk ke tubuh satwa eksklusif tersebut tetap steril.

"Pengunjung enggak boleh (beri makan gorila), hanya petugas kami. Karena gorila itu kan kasih makannya dilempar dari jarak jauh. Itu kalau pengunjung ngelempar takutnya enggak nyampai ya, jadi hanya petugas kami yang boleh melakukan itu," jelas Bambang.

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian satwa langka.

(Anggi Tondi)