World AI Show edisi global ke-47 akan digelar di Jakarta pada 7-8 Juli 2026 dengan mengangkat tema penguatan ekosistem AI Indonesia. (Foto: Dok. Ist)
World AI Show 2026 Hadir di Jakarta, AI Indonesia Diproyeksi Tembus USD10,9 Miliar
Patrick Pinaria • 26 June 2026 12:34
Jakarta: World AI Show edisi global ke-47 akan hadir di Jakarta, Indonesia. Penyelengaraan yang digelar Perusahaan penyedia layanan konsultasi dan penyelenggara acara bisnis global, Trescon itu akan berlangsung selama dua hari, 7-8 Juli 2026.
Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan Finance 2045 tersebut mengangkat tema 'Architecting Indonesia's Sovereign & Scalable AI Future'. Diharapkan acara ini sebagai wadah kolaborasi untuk mendorong implementasi kecerdasan buatan (AI) dari tahap uji coba menuju penerapan komersial dalam skala besar.
Ajang ini hadir di tengah pesatnya perkembangan AI yang semakin beralih dari sekadar eksperimen perusahaan menjadi infrastruktur utama operasional bisnis. Seiring proyeksi pertumbuhan industri AI Indonesia yang diperkirakan mencapai USD10,9 miliar, penguasaan infrastruktur digital dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di masa depan.
World AI Show mendapat dukungan dari mitra strategis pemerintah, yakni Kementerian Perindustrian melalui Startup For Industry (SFI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Acara ini juga didukung oleh organisasi industri AISII dan KORIKA.
Sejumlah tokoh dari pemerintah, industri, dan organisasi internasional dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum tersebut. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam, Presiden KORIKA Hammam Riza, Direktur Eksekutif Bank Dunia Wempi Saputra, hingga Chief Technology Officer LinkAja Andri Qiantori.
13 daftar pembicara utama dalam World AI Show 2026
- H.E. Prof. Dr. Pratikno – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Vivi Yulaswati – Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital, Bappenas.
- Muhammad Neil El Himam – Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif.
- Prof. Hammam Riza – Presiden KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial).
- Wempi Saputra – Direktur Eksekutif, Bank Dunia.
- Arie Purwanto – Deputi Direktur Data Science and Governance, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
- Sujala Pant – Resident Representative UNDP Indonesia.
- Eryk Pratama – Wakil Ketua Komite Tetap AI dan Perlindungan Data Pribadi (PDP), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
- Budi Setiawan – Pelaksana Tugas Direktur Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
- Mark Jefferson Go – Chief Strategy, Research and Development Officer, PT Erajaya Swasembada Tbk.
- Ajar Edi – Senior Vice President Regulatory & Government Affairs, PT Indosat Tbk.
- Charles Budiman – Chief Digital Banking Officer, PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
- Andri Qiantori – Chief Technology Officer, LinkAja.
Wakil Ketua Komite Tetap AI dan Perlindungan Data Pribadi (PDP) KADIN Indonesia Eryk Pratama mengatakan AI berkembang menjadi penggerak strategis bagi pertumbuhan ekonomi, transformasi layanan publik, serta penguatan kedaulatan digital Indonesia.
"AI berkembang sangat pesat sebagai penggerak strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, transformasi layanan publik, serta penguatan kedaulatan digital. Dengan momentum yang semakin kuat di berbagai sektor, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, inklusi, dan inovasi," ujar Eryk Pratama.
Menurutnya, percepatan adopsi AI harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat, terutama dalam perlindungan data, keamanan siber, dan penerapan AI yang etis.
"Ke depan, keberhasilan akan bergantung pada keselarasan investasi, pengembangan talenta, dan kerangka tata kelola agar AI dapat diterapkan secara aman, etis, serta mampu membangun kepercayaan publik dalam jangka panjang," lanjutnya.
Sementara itu, VP of Technology GRAND, Data and AI tiket.com Dr. Irvan Bastian Arief menilai AI telah menjadi pendorong utama transformasi ekonomi digital Indonesia melalui peningkatan produktivitas dan inovasi di berbagai sektor.
"AI dengan cepat mentransformasi ekonomi digital Indonesia melalui kemampuan membantu bisnis berkembang lebih cepat, mengambil keputusan yang lebih cerdas, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin personal," kata Irvan.
Ia menambahkan, meningkatnya adopsi AI perlu dibarengi dengan tata kelola data, pengembangan talenta, dan penerapan AI yang bertanggung jawab agar Indonesia mampu mewujudkan potensinya sebagai salah satu ekonomi berbasis AI terdepan di Asia Tenggara.
Dalam pelaksanaannya, World AI Show akan berfokus pada implementasi nyata AI, mulai dari kesiapan infrastruktur komputasi, optimalisasi biaya inferensi, hingga tantangan integrasi di dunia industri. Pembahasan tersebut akan terbagi ke dalam empat tema utama, yakni AI Infrastructure & Data Foundations, Generative AI & Automation, Responsible & Trusted AI Ecosystems, serta Intelligent Industries & Smart Infrastructure.
Penyelenggaraan acara ini juga didukung oleh berbagai perusahaan teknologi global dan pelaku industri. DATADOG menjadi Lead Sponsor, Magure sebagai Platinum Sponsor, serta Zoom, UCloud Global, PT ASIX Indonesia Cerdas, Redis, dan Akamai sebagai Gold Sponsor. Dukungan juga datang dari Alibaba Cloud, Indonet, Datalabs, Google Cloud, PingCAP TiDB, Primary Guard, serta sejumlah perusahaan teknologi lainnya.
Dengan area pameran yang dikurasi secara terbatas dan agenda business matching B2B yang telah dipersiapkan, penyelenggara membuka kesempatan bagi perusahaan yang ingin memperluas jaringan bisnis maupun memperkuat posisinya di ekonomi digital Asia Tenggara.