Dorong Ketahanan Pangan, Teknologi Pertanian Berbasis AI Diluncurkan

Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.

Dorong Ketahanan Pangan, Teknologi Pertanian Berbasis AI Diluncurkan

Fachri Audhia Hafiez • 24 June 2026 16:38

Gorontalo: Langkah besar menuju modernisasi sektor pangan nasional kini memasuki babak baru. Sebuah ekosistem pertanian modern yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi presisi diperkenalkan. 

Langkah strategis ini diambil guna menjawab tuntutan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan ketahanan pangan nasional. Ketiga hal ini dinilai tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan alat mesin pertanian konvensional.

“Bagi kami, pertanian modern tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara alat, pengguna, distribusi, teknologi, data, dan layanan purnajual. Semuanya harus dibangun sebagai satu ekosistem,” ujar Vice President Pengembangan Bisnis PT Wulan Cipta Sejati (WCS), Danung Wicaksono, dalam pameran PENAS KTNA 2026 di Gorontalo, dikutip pada Rabu, 24 Juni 2026.
 


Danung menambahkan bahwa kehadiran teknologi berbasis AI ini dirancang agar mudah digunakan oleh petani lokal. Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara rekayasa teknologi global, data agronomi, serta kebutuhan riil para pelaku tani di lapangan agar dapat menghasilkan keputusan berbasis data yang jauh lebih akurat.

"Pertanian presisi tidak bisa hanya berhenti pada alat. Drone, traktor, pompa, dan mesin pertanian akan jauh lebih bernilai ketika penggunaannya didukung oleh data yang baik," ucap Danung.

Inti dari peluncuran solusi agritech ini adalah kolaborasi mutakhir bersama Agrilabs.id dalam mengembangkan pertanian presisi berbasis data dan AI. Lewat integrasi cerdas ini, peranti mekanisasi lapangan seperti drone pertanian Aerotron Agra30 dan jajaran traktor YTO dapat dihubungkan langsung ke sistem analisis digital.

Sistem berbasis AI tersebut mampu menyajikan analisis nutrisi tanaman secara berkala, memberikan rekomendasi pemupukan yang presisi, hingga menyajikan prediksi hasil panen secara aktual. Pengunjung pameran bahkan dapat menjajal langsung kecanggihan peranti ini melalui fasilitas drone simulator dan tractor simulator yang disediakan untuk melatih kecakapan operator.

Selain meluncurkan teknologi drone dan traktor, ekosistem baru ini turut memperkenalkan solusi pembenihan melalui Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator serta sistem pengairan DOJO Pumps. Seluruh perangkat ini sengaja dirancang saling terhubung untuk memastikan efisiensi dari hulu ke hilir.


Pameran PENAS KTNA 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Vice President Agritech & Engineering PT WCS, Febry Hardyono, menegaskan bahwa kecanggihan teknologi yang diluncurkan ini mengutamakan asas kemanfaatan langsung bagi petani.

“Drone pertanian, pompa, seed germinator, maupun simulator tidak cukup hanya terlihat canggih. Produk tersebut harus bisa digunakan, dirawat, dipahami oleh operator, dan benar-benar memberi manfaat dalam proses pertanian,” kata Febry.

Melalui sinergi teknologi global dan lokal ini, masa depan pertanian Indonesia diproyeksikan akan tumbuh lebih berkelanjutan, presisi, dan berdaya saing tinggi.

(Fachri Audhia Hafiez)