Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep M Boro, melaporkan bahwa kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan ketebalan tinggi dan bergerak condong ke arah utara serta barat laut.
"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi sekitar 52 detik," katanya dalam laporan aktivitas gunung api yang diterima di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Herman menyampaikan Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Dengan status tersebut, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat yang bermukim di sekitar gunung serta para pengunjung dan wisatawan tidak melakukan kegiatan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga ketenangan, mematuhi arahan dari pemerintah daerah, serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Selain itu, warga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, terutama jika turun hujan dengan curah tinggi. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Erupsi Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur. ANTARA/Ho-PVBMG
PVMBG juga mengimbau masyarakat yang terpapar hujan abu vulkanik agar menggunakan masker atau alat penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Pemerintah daerah diharapkan terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang berada di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta dengan PVMBG dan Badan Geologi di Bandung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.