Ilustrasi freepik
7 Adab Makan dalam Islam yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap dengan Dalilnya
Putri Purnama Sari • 28 July 2026 07:10
Jakarta: Makan merupakan kebutuhan setiap manusia. Namun, dalam Islam, aktivitas ini tidak hanya bertujuan menghilangkan rasa lapar, tetapi juga menjadi bentuk ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Islam mengajarkan berbagai adab makan yang mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT, menghormati orang lain, serta menghindari perilaku berlebihan. Dengan menerapkan adab-adab tersebut, seorang Muslim diharapkan memperoleh keberkahan dari rezeki yang dikonsumsi.
Berikut tujuh adab makan dalam Islam yang dianjurkan Rasulullah SAW beserta dalilnya.
1. Membaca Basmalah Sebelum Makan
Sebelum makan, umat Islam dianjurkan membaca basmalah sebagai bentuk mengingat Allah SWT dan memohon keberkahan atas rezeki yang diberikan. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: "Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal, hendaklah ia mengucapkan, 'Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu' (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)." (HR Abu Dawud No. 3767 dan Tirmidzi No. 1858)
2. Tidak Mencela Makanan yang Dihidangkan
Islam mengajarkan agar tidak mencela makanan yang disajikan. Jika tidak menyukai suatu hidangan, seseorang cukup meninggalkannya tanpa memberikan komentar yang menyakiti perasaan orang lain.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya." (HR Bukhari No. 5409 dan Muslim No. 2064)
3. Mengambil Makanan yang Paling Dekat
Saat makan bersama, Rasulullah SAW mengajarkan agar mengambil makanan yang berada paling dekat. Adab ini menunjukkan sikap sopan dan menghargai orang lain.
Rasulullah SAW bersabda: "Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu." (HR Bukhari)
4. Tidak Menyisakan Makanan
Makanan merupakan nikmat sekaligus rezeki dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya agar tidak terjerumus dalam perilaku mubazir.
Selain menghargai nikmat Allah, kebiasaan ini juga mengajarkan sikap sederhana dan bertanggung jawab.
5. Makan Menggunakan Tangan Kanan
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam makan dan minum menggunakan tangan kanan. Beliau bersabda:

Artinya: "Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Jika minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR Muslim No. 2020)
6. Makan Secukupnya dan Tidak Berlebihan
Islam melarang umatnya makan secara berlebihan. Selain berdampak pada kesehatan, makan terlalu kenyang juga dapat membuat seseorang malas beribadah. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 31:

Ya bani adam khuzu zinatakum 'inda kulli masjidin wa kulu wasyrabu wa la tusrifu, innahu la yuhibbul-musrifin.
Artinya: "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-A'raf: 31)
7. Membaca Doa Setelah Makan
Setelah selesai makan, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki.
Membaca doa setelah makan merupakan salah satu sunah Rasulullah SAW. Selain mengungkapkan rasa syukur, doa ini menjadi harapan agar makanan yang telah dikonsumsi membawa manfaat, kesehatan, serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga :
Hikmah Menerapkan Adab Makan dalam Islam
Menerapkan adab makan sesuai sunah Rasulullah SAW tidak hanya memberikan keberkahan, tetapi juga membentuk karakter seorang Muslim yang santun, disiplin, dan penuh rasa syukur.
Mulai dari membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, tidak mencela makanan, hingga menutupnya dengan doa setelah makan, seluruh adab tersebut mengajarkan bahwa setiap nikmat yang diterima berasal dari Allah SWT.
Dengan membiasakan adab-adab ini dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas makan tidak hanya menjadi pemenuh kebutuhan jasmani, tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT.