Air Laut Masih Pasang Surut, Warga Gorontalo Utara Khawatir

Pihak berwenang di Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air di Pelabuhan Kwandang, Senin (8/6/2026). ANTARA/Susanti Sako

Air Laut Masih Pasang Surut, Warga Gorontalo Utara Khawatir

Whisnu Mardiansyah • 8 June 2026 12:39

Gorontalo Utara: Warga Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, terus memantau kondisi pasang surut air laut meski pascaperingatan dini tsunami berakhir. Ini menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dan 6,0 yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026.

"Air pasang surut sudah terjadi sebanyak enam kali. Setiap empat menit, air naik kemudian turun lagi. Kami bingung apakah harus mengungsi atau tetap tinggal di rumah," kata Nurhayati Mobilingo, warga Desa Katialada, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, seperti dilansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Ia mengungkapkan fenomena pasang surut air laut tersebut membuat warga merasa cemas dan akhirnya memilih untuk melakukan evakuasi secara mandiri.

Air laut yang naik dan turun tidak disertai gelombang besar. Namun, gerakan pasang surut yang terjadi secara berulang menyebabkan kapal-kapal nelayan yang terparkir di pelabuhan mulai saling bertabrakan satu sama lain.
 


Kepanikan mulai melanda warga Gorontalo Utara. Sebagian dari mereka memutuskan untuk menyelamatkan diri serta membawa harta benda menuju tempat yang dianggap lebih aman.

"Kami panik dan memilih mengungsi di tempat yang lebih tinggi, seperti di puncak Dambalo," kata Nifa, warga lainnya.


Gelombang di pesisir. Foto: Anadolu Agency

Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengimbau seluruh warga agar tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.

"Silakan lakukan evakuasi mandiri, tetapi mohon jangan panik agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan atau dampak buruk lainnya," kata Thariq.

(Whisnu M)