Atasi Konflik Gajah, Menhut Soft Launching Barrier di Way Kambas

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) permanen di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: Dok. Kementerian Kehutanan.

Atasi Konflik Gajah, Menhut Soft Launching Barrier di Way Kambas

Fachri Audhia Hafiez • 26 March 2026 16:54

Lampung Timur: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) permanen di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Proyek strategis sepanjang 138 kilometer ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mengakhiri konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah tersebut.

“Seperti yang kita ketahui, Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas, Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” ujar Raja Juli saat memberikan sambutan di hadapan para Kepala Desa penyangga TNWK dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.
 


Raja Juli mengatakan pembangunan pembatas ini sangat mendesak. Hal ini mengingat kondisi unik TNWK yang berbatasan langsung dengan pemukiman yang dihuni hampir satu juta jiwa tanpa adanya zona penyangga. 

Konflik yang terjadi selama ini tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi. Namun, juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat sekitar.

Sistem pembatas yang baru saja diluncurkan ini akan segera melewati tahap uji kekuatan dengan melibatkan gajah liar dalam beberapa hari ke depan. Proyek ini merupakan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Kementerian Kehutanan, Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, hingga akademisi dari Unila, ITERA, dan Polinela.

Selain pembangunan fisik barrier, Raja Juli juga menyosialisasikan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan melalui mekanisme pasar karbon dan obligasi keanekaragaman hayati. Langkah ini diambil karena keterbatasan APBN dalam mengelola 57 taman nasional di Indonesia selama ini.

“Dalam merancang proyek ini, kami menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan keanekaragaman hayati TNWK yang tak ternilai harganya,” tegas Raja Juli.


Ilustrasi - Gajah-gajah yang berada di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: ANTARA/HO-Pemprov Lampung.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik langkah pemerintah pusat ini. Menurutnya, pembangunan pembatas permanen adalah impian lama masyarakat Lampung Timur yang selama ini harus menanggung beban akibat konflik satwa liar.

"Masyarakat kami selama ini tidak hanya belum signifikan memperoleh manfaat dari keberadaan TNWK, tetapi juga terus menanggung dampak konflik dengan satwa liar. Kami sangat optimis bahwa pembangunan sistem pembatas ini menandai era baru bagi masyarakat," ujar Ela.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)