Kuwait melaporkan adanya serangan militer Iran yang menargetkan fasilitas pembangkit listrik dan instalasi desalinasi air. (Anadolu Agency)
Serangan Iran Hantam Pembangkit Listrik dan Desalinasi Kuwait, Satu Pekerja Tewas
Willy Haryono • 30 March 2026 08:36
Kuwait: Kementerian Kelistrikan Kuwait melaporkan adanya serangan militer Iran yang menargetkan fasilitas pembangkit listrik dan instalasi desalinasi air pada Minggu, 29 Maret 2026.
Dilansir dari Anadolu Agency, insiden tersebut menyebabkan seorang pekerja tewas dan memicu kerusakan infrastruktur yang cukup masif.
Dalam pernyataan resminya pada Senin dini hari, kementerian mengonfirmasi bahwa korban jiwa merupakan seorang warga negara India. Serangan tersebut menghantam salah satu gedung layanan di kompleks pembangkit, yang memicu kerusakan ekstensif pada sistem penyediaan energi dan air bersih negara tersebut.
Pemerintah Kuwait segera mengaktifkan rencana darurat nasional untuk menangani dampak serangan. Personel darurat telah dikerahkan ke lokasi untuk memperbaiki kerusakan guna memastikan operasional fasilitas tetap berjalan normal.
Sementara itu, pihak berwenang saat ini bekerja sama dengan badan keamanan terkait untuk mengamankan lokasi yang terdampak dan mencegah serangan susulan.
Ketegangan di Timur Tengah terus memuncak sejak serangan perdana koalisi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Hingga saat ini, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah melakukan berbagai aksi balasan melalui serangan rudal dan drone yang menargetkan, negara-negara tetangga, seperti Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat. Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, konflik ini telah menyebabkan gangguan besar pada pasar global dan jalur penerbangan internasional.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika infrastruktur penyediaan air dan listrik terus menjadi sasaran, kawasan Teluk terancam menghadapi krisis kemanusiaan yang lebih dalam di tengah situasi perang yang belum mereda. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Bandara Internasional Kuwait Terbakar Hebat, Diduga Serangan Drone