Ilustrasi: Freepik
Kenapa Kucing Takut Air? Simak Alasan Lengkapnya
Riza Aslam Khaeron • 27 March 2026 15:00
Jakarta: Jika Anda memelihara kucing, Anda mungkin menyadari bahwa salah satu karakteristik unik dari salah satu hewan peliharaan favorit kebanyakan orang ini adalah kebencian mereka terhadap air.
Bahkan, satu percikan air saja dapat membuat hewan ini menjauh dari sumber air tersebut seakan-akan mereka sedang dikejar oleh predator.
Sifat unik tersebut tentunya dapat menjadi tantangan tersendiri ketika pemilik mencoba memandikan makhluk berbulu tersebut.
Namun, apa penyebab ketakutan hewan tersebut terhadap senyawa yang menyelimuti 71% planet ini dan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan hidup? Berikut penjelasannya.
Apakah Benar Kucing Membenci Air?

Kucing berenang. (Globalnews)
Tidak terlalu tepat untuk mengatakan kucing membenci air.
Melansir Bigcatrescue.org, sebagian besar dari mereka mungkin memang membencinya karena berbagai alasan yang masuk akal. Kebencian ini bukan soal kucing yang dramatis atau pilih-pilih — ada alasan biologis, sensoris, dan pengalaman hidup di baliknya. Bahkan, ada ras kucing tertentu yang justru nyaman bermain air, tergantung pada jenis dan sosialisasinya sejak kecil.
Konsultan perilaku dan penulis buku Naughty No More kepada PetMD, Marilyn Krieger, beberapa ras kucing dikenal lebih menyukai air dibandingkan yang lain.
Dia menyebutkan bahwa ras seperti Bengal, Turkish Van, dan beberapa jenis Savannah cenderung menyukai air, meskipun dia menegaskan itu semua tergantung dari individu masing-masing kucing.
Jadi, lebih tepat dikatakan: sebagian besar kucing cenderung menghindari air, bukan membencinya secara mutlak.
Kenapa Banyak Kucing Menghindari Air?
1. Warisan DNA Leluhur dari Padang Tandus

Felis silvestris lybica. (Wikimedia Commons)
Ahli perilaku kucing dan pendiri Maueyes Cat Science and Education, Kristyn Vitale, mengatakan, kucing rumahan mewarisi DNA dari kucing liar Afrika (Felis silvestris lybica), predator yang hidup di iklim panas dan kering.
Di lingkungan tersebut, air bukanlah elemen yang akrab untuk dinikmati; air bersifat langka dan keberadaannya dijaga dengan hati-hati.
"Mereka tidak secara khusus dikenal suka berburu di dekat atau di dalam air. Sebagian besar makanan kucing liar Afrika terdiri dari hewan darat, seperti tikus," ujar Vitale kepada Live Science melalui email. Hal inilah yang mendasari mengapa kucing tidak berevolusi untuk berenang layaknya harimau, melainkan lebih piawai mengintai mangsa di semak-semak kering.
Selaras dengan hal tersebut, konsultan perilaku kucing, Ingrid Johnson, menjelaskan kepada PetMD bahwa air memang bukan bagian besar dari kehidupan leluhur mereka.
"Maka masuk akal jika menyukai air bukanlah sesuatu yang tertanam secara alami dalam diri mereka. Meski begitu, beberapa kucing dapat dilatih secara bertahap dengan cara yang positif sehingga air tidak lagi menjadi pengalaman yang menakutkan," ungkap Johnson.
2. Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Kebiasaan
Teori evolusi di atas masih menjadi perdebatan di kalangan cendekiawan. Salah satu teori lain yang disebutkan Vitale adalah faktor pengalaman dan psikologi kucing.Melansir Big Cat Rescue, anak kucing, sama seperti anak manusia, sangat dibentuk oleh lingkungan awal mereka. Karena itu, pengalaman kucing tersebut akan berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap air.
"Besar kemungkinan jika seekor anak kucing tumbuh di sekitar air, mereka akan lebih nyaman dengan air saat dewasa," ucap Vitale. Anak kucing yang terpapar air sejak dini bisa tumbuh menjadi kucing yang santai dengan air, sementara yang tidak, cenderung mempertahankan ketakutan instingnya.
Sebaliknya, jika seekor kucing memiliki pengalaman buruk terhadap air sebelumnya, mereka cenderung akan menghindari air.
"Jika kucing Anda tidak sengaja jatuh ke dalam bak mandi, misalnya, ia mungkin memiliki ingatan buruk terkait air dan akan mencoba menghindarinya di masa mendatang," ungkap dokter hewan sekaligus pendiri Pawprint Communications kepada PetMD, Brittany Kleszynski.
| Baca Juga: Musim Mudik Lebaran, Hotel Kucing Full Booked |
3. Kucing Merasa Rentan dan Tidak Nyaman Ketika Basah
Pakar kognisi hewan dari Oakland University, Jennifer Vonk menjelaskan bahwa masalah ini juga berkaitan dengan sisi praktis."Bulu mereka menjadi sangat berat karena air dan membuat gerakan menjadi lebih lamban, yang kemungkinan besar membuat mereka merasa rentan," kata Vonk kepada Live Science.
Meskipun populer karena keimutannya, kucing tetaplah hewan pemangsa.
Oleh karena itu, mereka akan merasa tidak nyaman ketika tubuhnya melambat akibat air, karena hal tersebut membuat mereka merasa lebih rentan terhadap ancaman atau gangguan dari lingkungan sekitar, terutama dari potensi ancaman predator lainnya.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah indra penciuman. Kucing sangat bergantung pada bau untuk mengenali wilayah, sesama, bahkan pemiliknya. Vonk mencatat bahwa kandungan zat kimia dalam air keran bisa tercium sangat tajam dan tidak menyenangkan bagi mereka.
Lebih jauh lagi, air dapat menghapus aroma tubuh alami mereka, yang berisiko memicu stres dan rasa disorientasi.